Hasil US Open: Kerja Keras Antarkan Dominic Thiem Ke Partai Puncak

Penulis: Dian Megane
Sabtu 12 Sep 2020, 11:47 WIB
Dominic Thiem tundukkan Daniil Medvedev di semifinal US Open 2020

Dominic Thiem siap beraksi demi klaim gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di US Open 2020

Berita Tenis: Dominic Thiem mengatasi cedera pergelangan kaki kiri, sebuah set point di set kedua dan ketiga serta tanpa henti menangkis permainan Daniil Medvedev di semifinal US Open musim 2020.

Petenis unggulan kedua harus berjuang ekstra keras demi menumbangkan petenis unggulan ketiga, Medvedev dengan hasil ketat 6-2, 7-6, 7-6 dan mengantarkannya ke partai puncak US Open untuk kali pertama dalam kariernya.

“Saya sangat menyukai pertandingan besar seperti ini. Menghadapi petenis terbaik dunia adalah hal yang memicu saya berlatih keras di rumah dan selama off-season,” seru Thiem.

“Setelah set pertama, permainan yang ditampilkan adalah permainan luar biasa dari kami berdua. Saya bisa saja dengan mudah tertinggal 2-1 (set). Saya benar-benar gembira bisa melaluinya. Itu semifinal yang menakjubkan.”

Berkat kemenangan tersebut, bintang tenis Austria semakin unggul atas bintang tenis Rusia dengan 3-1 dan kini ia hanya terpaut satu kemenangan lagi dengan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya.

Petenis berusia 27 tahun mejadi petenis Austria pertama yang melaju ke final US Open dan melenggang ke final Grand Slam kedua secara beruntun setelah ia berakhir sebagai runner up di Australian Open musim ini (kalah dari Novak Djokovic).

Namun, tidak seperti tiga final Grand Slam yang telah ia lakoni sebelumnya, petenis unggulan kedua tidak akan menghadapi salah satu anggota Tiga Besar (Roger Federer, Rafael Nadal, dan Djokovic).

Menantikan Thiem di babak perebutan gelar adalah petenis unggulan kelima, Alexander Zverev yang juga masih mencari gelar Grand Slam pertama. Sampai saat ini, Thiem unggul atas Zverev dengan 7-2, termasuk memenangkan tiga pertemuan terakhir mereka.

“Pertandingan itu akan menjadi pertandingan dengan peluang yang benar-benar terbuka. Saya sangat menantikan untuk melakoninya. Kami memiliki persahabatan sekaligus rivalitas yang luar biasa. Sungguh tidak bisa dipercaya kami akan berhadapan satu sama lain di final Grand Slam,” komentar Thiem tentang laga final melawan Zverev.

Setelah kurang meyakinkan di set pertama, Medvedev dengan cepat menyusun kembali kekuatan dan mematahkan Thiem untuk mengawali set kedua. Petenis unggulan kelima juga mulai memaksakan dirinya untuk lebih memaksimalkan servisnya. Ia memenangkan 65 persen poin dari servis pertamanya di set pertama, tetapi presentasenya meningkat menjadi 90 persen di set kedua.

Meski begitu, ketika Medvedev berpeluang menutup pertandingan pada kedudukan 5-4, servis pertamanya malah meleset dari target. Thiem memanfaatkan peluang tersebut dan menyamakan kedudukan. Setelah itu, kedua petenis kembali bertarung sengit hingga memasuki babak tiebreak.

Petenis berkebangsaan Austria menghapus satu peluang poin pada kedudukan 5/6 di babak tiebreak yang ditiru Medvedev ketika ia tertinggal 6/7. Tetapi dropshot yang kurang meyakinkan dari Medvedev pada kedudukan 7/7 mendarat di tengah lapangan dan petenis berkebangsaan Austria mengembalikan dengan forehand yang tidak bisa diantisipasi demi menciptakan peluang set point lain yang tidak ia sia-siakan.

Rally-rally sengit harus dibayar mahal petenis unggulan kedua yang menerima perawatan pada pergelangan kakinya setelah set kedua berakhir.

Namun, petenis berkebangsaan Rusia mengalami déjà vu dengan bagaimana set ketiga berjalan. Ia mendapatkan peluang lain untuk menutup set ketiga pada kedudukan 5-3, tetapi gagal mengkonversinya sebelum harus kembali melalui babak tiebreak.

Cedera tampak tidak menganggu Thiem setelah ia membuka babak tiebreak set ketiga dengan 4/0. Berkat kerja keras, ia mendapatkan dua peluang match point pada kedudukan 6/4 dan mengkonversi peluang kedua setelah kesalahan forehand Medvedev menjadi pamungkas dari pertandingan yang bertahan selama 2 jam 55 menit.

Artikel Tag: Tenis, US Open, Dominic Thiem, Daniil Medvedev, alexander zverev

676  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini