Boris Becker Pikir Tak Bijak Jika New York Jadi Tuan Rumah US Open

Penulis: Dian Megane
Senin 04 Mei 2020, 11:38 WIB
Boris Becker Pikir Tak Bijak Jika New York Jadi Tuan Rumah US Open

Boris Becker

Berita Tenis: Boris Becker percaya bahwa US Open seharusnya dibatalkan akibat pandemi COVID-19. Akibat pandemi tersebut, kalender turnamen tenis menjadi kacau.

Sejak awal Maret lalu, turnamen tenis telah ditangguhkan, tetapi pihak ATP dan WTA berharap turnamen bisa dilanjutkan setidaknya pada 13 Juli mendatang.

Wimbledon menjadi salah satu korban keganasan pandemi tersebut dan dibatalkan untuk kali pertama sejak Perang Dunia kedua. Sementara French Open memilih untuk memindahkan jadwal menjadi 20 September – 4 Oktober.

Di sisi lain, US Open dijadwalkan akan digelar pada 24 Agustus – 13 September di Flushing Meadows, New York, salah satu negara bagian di AS yang paling parah terpapar COVID-19, sehingga mantan petenis peringkat 1 dunia, Becker merasa seharusnya New York tidak menjadi tuan rumah US Open.

“US Open menjadi satu-satunya Grand Slam yang masih mungkin digelar, tetapi New York menjadi salah satu kota paling parah yang terpapar COVID-19 beberapa pekan lalu,” ungkap legenda tenis Jerman, Becker.

“Saya pikir tidak bijak menggelar turnamen di sana.”

Sementara itu selama masa lockdown, kesadaran dan kepedulian tentang perjuangan para petenis di luar peringkat 100 besar secara finansial telah meningkat setelah beberapa penggalangan dana diadakan untuk membantu mereka secara finansial.

“Saya pikir dunia tenis tengah menghadapi krisis. Selain petenis peringkat 10 besar, 50 besar, dan mungkin 75 besar, baik putra maupun putri, para petenis profesional lainnya membutuhkan gaji per minggu, mereka membutuhkan hadiah uang dari turnamen. Faktanya saat ini adalah mereka tidak bisa bermain, mereka bahkan tidak bisa pergi ke klub dan melatih karena ada aturan jaga jarak,” jelas Becker.

“Kita harus bertanya kepada diri kita sendiri, apakah tenis cukup baik untuk memberikan pekerjaan bagi ribuan orang. Sampai krisis dimulai, jawabannya adalah ya. Tetapi saya yakin, banyak turnamen yang lebih kecil yang tidak bisa digelar karena berjuang untuk kembali secara finansial, mereka kehilangan banyak uang dengan tidak menggelar turnamen.”

Artikel Tag: Tenis, US Open, wimbledon, Boris Becker

303  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini