Kampiun Di Melbourne, Carlos Alcaraz Raih Career Grand Slam

Carlos Alcaraz [image: getty images]
Berita Tenis: Carlos Alcaraz menjadi petenis putra termuda yang mampu menyelesaikan Career Grand Slam – memenangkan keempat Grand Slam – usai memenangkan gelar Australian Open pertama dalam kariernya.
Petenis berusia 22 tahun menundukkan petenis berusia 38 tahun, Novak Djokovic di final Australian Open 2026 yang sejauh ini menjadi gelar Grand Slam ketujuh dalam kariernya.
Kini, petenis peringkat 1 dunia menjadi petenis putra keenam di Open Era yang mampu meraih Career Grand Slam. Memasuki Australian Open 2026, ia belum bisa melampaui perempatfinal. Tetapi, ia akhirnya memecahkan kebuntuan pada musim ini dan memperlihatkan kegigihan ciri khasnya dalam perjalanan memenangkan gelar Grand Slam tersebut, termasuk bertahan selama 5 jam 27 menit di semifinal melawan petenis berkebangsaan Jerman, Alexander Zverev.
Petenis berkebangsaan Spanyol telah mencapai level yang sangat tinggi. Di abad ke-21, hanya empat petenis putra yang berhasil meraih Career Grand slam. Djokovic adalah petenis terakhir yang menorehkan pencapaian tersebut pada musim 2016, menyusul anggota Tiga Besar lain, yaitu Rafael Nadal (2010) dan Roger Federer (2009).
Bagi Alcaraz untuk bergabung dengan klub eksklusif tersebut di usia 22 tahun merupakan sebuah rekor yang mengukuhkan posisinya di antara para legenda tenis.
Petenis | Usia | Gelar kemenangan untuk menorehkan Career Grand Slam |
Carlos Alcaraz | 22 tahun 272 hari | Australian Open 2026 |
Rod Laver* | 24 tahun 32 hari | US National Championhips 1962 |
Rafael Nadal | 24 tahun 102 hari | US Open 2010 |
Roger Federer | 27 tahun 303 hari | French Open 2009 |
Novak Djokovic | 29 tahun 15 hari | French Open 2016 |
Andre Agassi | 29 tahun 68 menit | French Open 1999 |
* Laver menorehkan Career Grand Slam sebagai amatir pada musim 1962 dan di Open Era pada musim 1969 |
Sejauh ini, Sembilan petenis putra telah menyelesaikan Career Grand Slam. Fred Perry (1935), Don Budge (1938) dan Roy Emerson (1964) mencapai prestasi tersebut sebelum Open Era dimulai pada tahun 1968. Laver yang namanya diabadikan sebagai nama lapangan stadion Australian Open, melakukannya pada musim 1962 sebagai amatir dan sebagai profesional pada musim 1969.
Petenis berusia 22 tahun yang tampil untuk kali ke-20 di Grand Slam, kini mencatatkan rekor 7-1 di final Grand Slam. Ia telah memenangkan tiga turnamen Grand Slam lainnya (French Open, Wimbledon, dan US Open) masing-masing sebanyak dua kali. Selain itu, ia juga menjadi petenis putra Spanyol kedua yang memenangkan gelar di Melbourne, menyamai idola masa kecilnya, Nadal (2009, 2022).
Petenis peringkat 1 dunia ini adalah petenis putra termuda di Open Era yang memenangkan tujuh gelar Grand Slam, mengungguli Bjorn Borg, yang memenangkan gelar Grand Slam ketujuh dalam kariernya di French Open pada musim 1979, hanya beberapa hari setelah ulang tahun yang ke-23.
Petenis berkebangsaan Spanyol telah membuat kemajuan pesat hingga mencapai posisinya saat ini. Pada musim 2022, ia meraih gelar Grand Slam pertamanya di US Open dan dengan kemenangan tersebut, ia menjadi petenis peringkat 1 termuda dalam sejarah (sejak 1973).
Alcaraz memenangkan gelar Wimbledon pertamanya pada musim 2023 dan berhasil mempertahankan gelarnya pada musim 2024. Di French Open, ia menyabet kemenangan pada musim 2024 dan 2025.
Artikel Tag: australian open, French Open, wimbledon, US Open, Carlos Alcaraz
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/kampiun-di-melbourne-carlos-alcaraz-raih-career-grand-slam






















Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini