Bagi Novak Djokovic, Olimpiade Tampak Seperti Kriptonitnya

Penulis: Dian Megane
Sabtu 31 Jul 2021, 21:46 WIB
Noval Djokovic gagal bawa pulang medali Olimpiade Tokyo

Novak Djokovic sempat merusakkan raketnya karena frustasi dalam babak perebutan medali perunggu Olimpiade Tokyo

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Bukannya memenangkan medali Olimpiade, Novak Djokovic akan meninggalkan Tokyo dengan pertanyaan baru tentang semangatnya melakoni pesta olahraga bergengsi tersebut.

Satu hari setelah kalah dari Alexander Zverev di semifinal, petenis peringkat 1 dunia kalah dari Pablo Carreno Busta dengan tiga set di babak perebutan medali perunggu yang disertai sejumlah perusakan raket di pertandingan tersebut.

Setelah itu, petenis yang telah mengantongi 20 gelar Grand Slam mundur dari babak perebutan medali perunggu nomor ganda campuran bersama rekan senegaranya, Nina Stojanovic karena cedera pundak.

“Saya mengerahkan semua kemampuan yang masih tersisa, yang saya rasa tidak begitu banyak,” aku Djokovic setelah pertandingan melawan Carreno Busta.

Hal tersebut menjadi titik balik yang mencengangkan dalam waktu kurang dari 48 jam. Ia tampak tidak tersentuh dalam perjalanan memenangkan Olimpiade nomor tunggal putra, kemenangan yang akan menjadi prestasi bersejarah baginya. Ia menjadi atlet yang ingin diajak atlet lain untuk berswafoto, petenis yang menumbangkan lawan-lawannya untuk mengawali pesta olahraga di Tokyo, seperti yang ia lakukan di turnamen ATP.

Petenis berkebangsaan Serbia memenangkan medali perunggu di Beijing 2008 ketika ia masih digadang-gadang sebagai petenis muda berbakat, dengan mengalahkan petenis AS, James Blake. Sementara saat itu, rival terberatnya, Rafael Nadal berhasil membawa pulang medali emas.

Di London 2012, ketika petenis berkebangsaan Serbia telah mengukuhkan diri di antara para petenis elit dunia, ia kalah dari Juan Martin del Potro di babak perebutan medali perunggu. Sementara Andy Murray memenangkan medali emas usai mengalahkan Roger Federer.

Empat tahun kemudian di Rio de Janeiro, ketika ia mulai mendekati Federer dan Nadal sebagai salah satu petenis yang dominan, del Potro menaklukkannya di babak pertama. Sementara Murray lagi-lagi memenangkan medali emas setelah mengalahkan del Potro.

Kini, Carreno Busta melakukan hal yang sama seperti yang Zverev lakukan pada hari sebelumnya dengan berhasil menemukan celah dalam permainan Djokovic.

Di game pembuka set penentu, petenis berkebangsaan Serbia sempat melemparkan raketnya setelah kehilangan poin krusial. Setelah Carreno Busta unggul 3-0 di set tersebut, petenis peringkat 1 dunia lagi-lagi memukulkan raketnya ke atas lapangan karena frustasi sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan petenis berkebangsaan Spanyol.

Mungkinkan kelelahan atau cuaca yang cukup panas di Tokyo berperan dalam kekalahan tersebut? Mungkinkan rasa stres untuk menorehkan Golden Slam akhirnya mempengaruhinya? Yang pasti, Zverev dan Carreno Busta layak mendapatkan acungan jempol atas kemampuan mereka untuk menghentikan petenis yang telah mengantongi 22 kemenangan secara beruntun sebelum semifinal.

“Saya tidak senang melakukan hal seperti itu,” aku Djokovic tentang perusakan raket. “Saya minta maaf karena memperlihatkan pesan seperti itu, tetapi kita semua manusia dan kadang-kadang, sulit untuk mengontrol emosi anda.”

“Saya sama sekali tidak menyesal datang ke Olimpiade. Semua terjadi untuk sebuah alasan dan saya telah mengalami sejumlah kekalahan menyakitkan baik di Olimpiade maupun beberapa turnamen besar dalam karier saya. Dan saya tahu bahwa kekalahan itu biasanya membuat saya lebih kuat.”

Artikel Tag: Tenis, olimpiade tokyo, Novak Djokovic, Pablo Carreno Busta, alexander zverev, Juan Martin Del Potro

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/bagi-novak-djokovic-olimpiade-tampak-seperti-kriptonitnya
551  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini