Stadion untuk Pembukaan PON ke-XX Dicek DPD RI dan Kemenpora

Penulis: Dayat Huri
Rabu 03 Feb 2021, 18:30 WIB
Peninjauan stadion untuk pembukaan dan penutupan PON ke-XX di Papua

Peninjauan stadion untuk pembukaan dan penutupan PON ke-XX di Papua/foto dok Kemenpora RI

Berita Olahraga: Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti didampingi Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta meninjau stadion Lukas Enembe, di Kampung Harapan, Sentani yang akan jadi venue pembukaan dan penutupan PON ke-XX 2021 ini.

Pada kesempatan itu, La Nyalla memuji kemegahan stadion tersebut. Menurutnya, hal itu harus jadi pemicu bagi seluruh atlet, bukan hanya para pesepak bola Papua, tapi seluruh atlet Papua harus bisa bangkit dan terpicu dengan kemegahannya.

Dia menilai, dengan adanya stadion megah di tanah Papua itu adalah bentuk kebulatan tekad Presiden Jokowi untuk membangun Papua.

"Tentu juga berkat Memporanya dan Menteri PUPR-nya. Ya tentu juga berkat Pemerintah daerah Papua sendiri," katanya seperti dilansir laman resmi Kemenpora.

La Nyalla berharap apa yang sudah dipersiapkan ini sungguh-sungguh bisa berdampak positif bagi dunia olahraga di Papua dan Nasional.

"Kita tahu bahwa Papua termasuk daerah yang melahirkan banyak atlet besar," jelasnya.

Sementara itu, Deputi Pemberdayaan Olahraga Kemenpora RI menyebut, kehadiran Ketua DPD-RI merupakan bukti bahwa semua pihak terpanggil dengan pesta multi event olahraga terbesar tanah air itu.

"Betul menurut UU-SKN, Kemenpora adalah leader, tetapi campur tangan positif dari pihak lain, termasuk DPD-RI dibutuhkan," terangnya.

Dalam diskusi malam hari sambil makan malam di sisi Danau Sentani, Isnanta menjelaskan bahwa pihaknya sudah membuat Grand Design Keolahragaan Nasional. "Dari sana kami berharap dunia olahraga bisa berjalan dengan lebih baik. Jika dulu atlet itu hasil 'nemu', kini atlet besar dengan dirancang," katanya lagi.

Selanjutnya M.Fadhli, Ketua Komite III DPD-RI yang juga mantan atlet sepak bola dan pernah mengeyam latihan di PPLP Sumut itu, berharap bahwa pemetaan atau klasterisasi cabang olahraga unggulan harus juga dilanjutkan dengan pemetaan pembinaan Olahraga di daerah-daerah potensial, seperti tinju di Maluku, NTT, Sulut, dan lain sebagainya.

"Maka, kami Komite III DPD-RI sudah berketetapan agar Kemenpora itu menjadi klaster utama. Hasil rapat kerja kami pun telah mengusulkan agar abggaran Kemenpora bisa mencapai 2,5 persen dari APBN," jelas senator dari Aceh itu.

Senator asal Papua, Yorris Raweyai menyampaikan harapannya agar pasca PON nanti sekuruh fasilitas bisa benar-benar termanfaatkan. Yorris juga menambahkan venue-venue yang telah dibangun dan telah berdiri megah bahkan berstandar internasional itu, hendaknya dapat menjadi alat untuk pembinaan prestasi.

Artikel Tag: PON, kemenpora, la nyalla

632  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini