Skandal Ski Jumping Norwegia Picu Aturan Baru Jelang Olimpiade Musim Dingin

Skandal ini membuat Marius Lindvik, juara bertahan Olimpiade, kehilangan medali perak kejuaraan dunia dan mencoreng reputasi Norwegia sebagai negara pelopor ski Jumping. (Foto: AP)
Perbedaan antara meraih medali Olimpiade atau didiskualifikasi dalam cabang lompat ski kini bisa ditentukan oleh selembar kain.
Skandal besar yang melibatkan tim Norwegia pada kejuaraan dunia tahun lalu membuat federasi internasional memperketat aturan peralatan menjelang Olimpiade Musim Dingin Milan Cortina 2026.
Kasus ini mencuat setelah terungkap bahwa ofisial tim Norwegia memanipulasi kostum dua atlet lompat ski putra terbaik mereka dengan menambahkan material di area selangkangan.
Modifikasi tersebut memberikan keuntungan aerodinamika signifikan dengan memperpanjang jarak terbang atlet, namun jelas melanggar regulasi.
Skandal ini mengguncang dunia lompat ski pada Maret lalu dan memaksa badan pengatur, Federasi Ski Internasional (FIS), bertindak tegas.
Dalam lompat ski, detail teknis sangat krusial.
Studi ilmiah menunjukkan bahwa penambahan hanya 1 sentimeter kain pada lingkar kostum dapat menambah jarak lompatan hampir tiga meter—cukup untuk mengubah peringkat juara.
Area selangkangan disebut sebagai bagian paling “menguntungkan” karena berperan besar dalam menciptakan daya angkat saat posisi V kaki terbentuk di udara.
Bukti kecurangan Norwegia menjadi sangat mencolok karena video dari pelapor internal memperlihatkan staf tim sedang menjahit ulang kostum atlet.
Akibatnya, pelatih kepala Magnus Brevik, asistennya, dan satu staf lainnya dijatuhi larangan terlibat dalam olahraga selama 18 bulan.
Perbuatan ini juga membuat Marius Lindvik, juara bertahan Olimpiade, kehilangan medali perak kejuaraan dunia dan mencoreng reputasi Norwegia sebagai negara pelopor ski jumping.
Menanggapi skandal tersebut, FIS memperkenalkan serangkaian aturan baru.
Pemeriksaan kostum kini dilakukan menggunakan teknologi pengukuran 3D oleh dua pengawas dan seorang dokter sebelum lomba.
Desain kostum diubah agar lebih sulit dimanipulasi, terutama di bagian lengan, kaki, dan selangkangan.
Selain itu, mikrochip anti-rusak dipasang di berbagai titik kostum untuk memastikan tidak ada perubahan setelah pemeriksaan.
Sistem kartu seperti di sepak bola juga diterapkan.
Pelanggaran pertama berujung kartu kuning, sementara pelanggaran kedua akan berbuah kartu merah, diskualifikasi dari lomba berikutnya, serta pengurangan jatah atlet untuk tim.
Norwegia kini berada di bawah sorotan ketat. Mantan atlet Rune Velta ditunjuk sebagai pelatih kepala baru dengan misi memulihkan reputasi tim.
Ia mengakui tekanan besar yang dihadapi timnya, namun menegaskan komitmen untuk mematuhi aturan baru dan membangun kembali kepercayaan dunia menjelang Olimpiade.
Artikel Tag: olimpiade, Olimpiade Musim Dingin
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/skandal-ski-jumping-norwegia-picu-aturan-baru-jelang-olimpiade-musim-dingin

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini