Skandal Manipulasi Kostum Atlet: Tiga Pelatih Dijatuhi Hukuman 18 Bulan

Marius Lindvik termasuk yang terkena dampak dari modifikasi kostum yang melanggar aturan. (Foto: AFP)
Dunia ski jumping internasional diguncang skandal besar setelah tiga ofisial tim nasional Norwegia dijatuhi sanksi larangan selama 18 bulan akibat manipulasi kostum atlet.
Putusan ini diumumkan Kamis (15/1) waktu setempat oleh Federasi Ski dan Snowboard Internasional (FIS) dan menutup kasus yang mencoreng reputasi Norwegia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Ski Nordik pada Maret tahun lalu.
Ketiga ofisial yang dijatuhi hukuman adalah pelatih kepala Magnus Brevik, asisten pelatih Thomas Lobben, serta staf tim Adrian Livelten.
Mereka diskors sesuai permintaan FIS setelah panel independen menyatakan tindakan yang dilakukan merupakan bentuk kecurangan serius dan bertentangan dengan nilai-nilai olahraga.
“Panel sepakat bahwa segala bentuk kecurangan secara inheren bertentangan dengan esensi sportivitas,” tulis panel hakim yang dipimpin pakar hukum olahraga Michael Beloff.
Panel juga menegaskan bahwa sanksi yang dijatuhkan sudah tepat dan proporsional dengan pelanggaran yang dilakukan.
Kasus ini bermula dari terungkapnya rekaman video rahasia yang dipublikasikan media selama kejuaraan dunia di Trondheim.
Dalam rekaman tersebut, terlihat adanya manipulasi dan penjahitan ulang pada kostum lompat ski milik atlet Norwegia.
Modifikasi itu bertujuan memperbesar ukuran kostum yang sebelumnya telah disetujui dan diberi microchip oleh FIS, sehingga membantu atlet melayang lebih jauh di udara.
Untuk membuktikan pelanggaran tersebut, ofisial harus membongkar jahitan di bagian selangkangan kostum tim Norwegia.
Manipulasi itu berdampak langsung pada hasil lomba nomor big hill putra.
Dua atlet Norwegia, peraih emas Olimpiade Johann André Forfang dan Marius Lindvik, didiskualifikasi setelah finis di posisi kedua dan keempat.
Meski demikian, Lindvik tetap mempertahankan gelar juara di nomor normal hill, dan keduanya masih memegang medali perunggu dari nomor beregu.
Forfang dan Lindvik sebelumnya telah menerima sanksi larangan bertanding selama tiga bulan pada Agustus lalu dan kini kembali tampil di ajang Piala Dunia menjelang Olimpiade Musim Dingin Milan Cortina yang dimulai bulan depan.
Di Trondheim, Brevik dan Livelten sempat mengakui kesalahan mereka dan menegaskan bahwa kecurangan hanya terjadi menjelang lomba bukit besar.
Sanksi larangan 18 bulan ini diberlakukan surut sejak waktu kejuaraan dunia dan akan berakhir pada September mendatang, menandai babak kelam dalam sejarah lompat ski Norwegia.
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/skandal-manipulasi-kostum-atlet-tiga-pelatih-dijatuhi-hukuman-18-bulan
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini