Pihak Berwenang Prancis Selidiki Pelecehan Rasial terhadap Teddy Riner

Teddy Riner menargetkan penutupan karier dengan meraih medali emas Olimpiade keempat pada nomor individu di Olimpiade Los Angeles 2028. (Foto: AP)
Pihak berwenang Prancis menyelidiki dugaan pelecehan rasial dan perundungan siber yang ditujukan kepada bintang judo Prancis Teddy Riner.
Itu terjadi setelah ia menyampaikan kekhawatiran mengenai meningkatnya kelompok sayap kanan ekstrem.
Kantor Kejaksaan Paris pada Rabu (23/9) mengumumkan melalui Instagram bahwa pihaknya menangani kasus “penghinaan rasial dan perundungan siber yang menargetkan seorang atlet Prancis”. Pernyataan tersebut disertai foto Riner yang sedang bertanding.
Penyelidikan akan dipimpin Kantor Pusat Pemberantasan Kejahatan terhadap Kemanusiaan dan Kejahatan Kebencian. Otoritas belum memberikan keterangan mengenai tersangka atau kemungkinan sanksi dalam kasus tersebut.
Teddy Riner sebelumnya berbicara mengenai isu politik dan ekstremisme dalam wawancara dengan program televisi olahraga Stade 2 pada pekan lalu.
Ketika ditanya mengenai meningkatnya ekstremisme, peraih beberapa gelar Olimpiade dan dunia itu mengaku merasa khawatir.
Saat pewawancara memastikan apakah yang dimaksud adalah ekstremisme dari kedua kubu, yakni sayap kiri dan sayap kanan, Riner menjawab bahwa yang dimaksud adalah sayap kanan ekstrem.
“Itulah yang lebih mengkhawatirkan saya daripada bahu saya,” kata Riner, merujuk pada masalah cedera bahu kanannya yang masih mengganggu.
Dalam unggahan di X pada Kamis, Riner mengatakan pernyataannya telah diikuti munculnya berbagai serangan di media sosial.
“Setelah pernyataan saya pada 16 September, banyak cuitan, unggahan, komentar, dan pesan bernada kebencian atau rasial yang ditujukan kepada saya beredar di media sosial,” tulis Riner.
Perkembangan tersebut terjadi menjelang pemilihan presiden Prancis yang dijadwalkan berlangsung tahun depan.
Dalam pemilihan tingkat kota pada Maret, kelompok sayap kanan Prancis mencatat peningkatan dukungan pada putaran pertama.
Di tengah situasi tersebut, klub judo Paris Saint-Germain menyatakan dukungan penuh kepada Riner. Atlet berusia 37 tahun itu kembali bergabung dengan klub judo PSG melalui kontrak hingga 2028.
Teddy Riner kini menargetkan penutupan karier dengan meraih medali emas Olimpiade keempat pada nomor individu di Olimpiade Los Angeles 2028.
Dengan tinggi sekitar 2,04 meter, peraih 11 gelar juara dunia tersebut akan berusia 39 tahun jika tampil di Los Angeles.
Jika lolos kualifikasi, Olimpiade 2028 akan menjadi penampilan keenam sekaligus kemungkinan terakhir Riner di pesta olahraga terbesar dunia.
Namun, persiapan menuju target tersebut terganggu cedera bahu. Riner dipastikan absen pada Kejuaraan Dunia bulan depan di Baku, Azerbaijan, karena masalah pada bahu kanannya yang belum sepenuhnya pulih.
Artikel Tag: olimpiade, judo, teddy riner
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/pihak-berwenang-prancis-selidiki-pelecehan-rasial-terhadap-teddy-riner
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini