Motivasi Murni Antarkan Alysa Liu Menangi Emas Olimpiade di Milano-Cortina

Alysa Liu menjadi perempuan Amerika pertama yang merebut emas Olimpiade sejak 2002. (Foto: AP)
Alysa Liu menutup pekan penuh gejolak bagi tim seluncur indah Amerika Serikat dengan cara paling manis: merebut medali emas nomor tunggal putri di Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026.
Kemenangan itu terasa istimewa karena ia datang sebagai sosok yang sempat meninggalkan olahraga ini selama dua tahun sebelum melakukan comeback mengejutkan.
Alysa Liu, 20 tahun, tampil memukau lewat program bebas tanpa cela dan melonjak ke puncak klasemen dengan total nilai 226,79, termasuk skor terbaik musim ini 150,20 pada free skate.
Ia memastikan medali emas setelah dua pesaing terakhir gagal melampaui nilainya.
Dengan hasil tersebut, Liu menjadi perempuan Amerika pertama yang merebut emas Olimpiade sejak 2002.
“Saya tidak membutuhkan medali ini. Yang saya butuhkan adalah panggung untuk menunjukkan diri saya,” ujar Liu usai lomba.
Keberhasilan Liu melengkapi koleksi dua emas di Italia setelah sebelumnya membantu Amerika Serikat menjuarai nomor beregu.
Namun perjalanan menuju momen tersebut tidaklah mudah.
Alysa Liu sempat pensiun pada 2022 setelah meraih perunggu kejuaraan dunia.
Ia merasa kehilangan masa kecil yang normal karena terlalu lama hidup dalam tekanan kompetisi sejak usia dini.
Setelah mundur, ia menjalani kehidupan mahasiswa di UCLA, mengeksplorasi minat lain, bahkan mendaki hingga base camp Everest pada 2023.
Kecintaannya pada gerak dan tantangan fisik membawanya kembali ke arena.
Bersama pelatih Phillip DiGuglielmo dan Massimo Scali, Liu menata ulang kariernya dengan pendekatan berbeda: tanpa target medali, hanya fokus pada ekspresi, kreativitas, dan kebahagiaan di atas es.
Pendekatan itu berbuah manis. Ia menjuarai dunia 2025 dan tampil konsisten sepanjang musim hingga Olimpiade.
Di Milano-Cortina, tekanan besar justru menghantam rekan-rekannya.
Ilia Malinin gagal mempertahankan keunggulan di nomor putra, sementara pasangan dansa es Madison Chock/Evan Bates harus puas dengan perak.
Di tengah dinamika tersebut, Alysa Liu tampil tenang dalam tiga kali penampilan — satu di nomor beregu dan dua di individu.
Ia tak menunjukkan tanda gugup, bahkan saat bersaing ketat dengan para skater Jepang di papan atas.
Program bebas bertema disko dengan musik Donna Summer menjadi klimaks penampilannya.
Usai mendaratkan elemen terakhir, ia berteriak penuh emosi sebelum memastikan kemenangan.
Pelatih John Wroblewski menyebut Liu sebagai contoh atlet dengan motivasi murni.
Ia menekankan bahwa kebangkitan Liu membuktikan pentingnya kesehatan mental dan keberanian mengambil jeda.
“Perjalanannya menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu lurus. Kadang kita perlu mundur untuk melompat lebih jauh,” kata rekan setimnya, Amber Glenn.
Emas Liu tak hanya mengakhiri penantian panjang Amerika Serikat di nomor tunggal putri, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan seluncur indah Negeri Paman Sam di panggung terbesar dunia.
Artikel Tag: olimpiade musim dingin, milano cortina 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/motivasi-murni-antarkan-alysa-liu-menangi-emas-olimpiade-di-milano-cortina
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini