Mica Moore Jaga Harapan Jamaika Saat Berlaga di Nomor Monobob Olimpiade

Mica Moore finis di posisi ke-14 dari 20 peserta dengan catatan waktu gabungan empat heat sebesar 4 menit 01,31 detik. (Foto: AP)
Atlet bobsled Jamaika, Mica Moore, terus menjaga mimpi negaranya tetap hidup di cabang olahraga musim dingin dengan tampil pada nomor monobob putri di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026, Senin (16/2), di Cortina d’Ampezzo, Italia.
Moore finis di posisi ke-14 dari 20 peserta dengan catatan waktu gabungan empat heat sebesar 4 menit 01,31 detik.
Bagi Jamaika, negara yang lebih dikenal melalui prestasi atletik lintasan terutama sprint, perjalanan Moore di lintasan es menjadi simbol semangat baru.
Atlet berusia 33 tahun itu memulai karier olahraga sebagai pelari cepat sebelum akhirnya menemukan jalannya di cabang bobsled.
Sebelum beralih ke olahraga musim dingin, Moore pernah mewakili Wales pada nomor estafet 4x100 meter di Commonwealth Games 2014.
Namun setelah gagal memenuhi standar kualifikasi untuk edisi 2018, ia memutuskan mencoba jalur berbeda dengan bergabung ke dunia bobsled pada 2016.
Keputusan tersebut membawa hasil signifikan. Moore ikut mencatatkan pencapaian terbaik Inggris di nomor bobsled putri pada Olimpiade PyeongChang 2018.
Dalam Olimpiade Milan-Cortina 2026, ia memilih tampil membela Jamaika, tanah leluhur kakek dan neneknya.
Ia mengaku bangga bisa membawa identitas keluarga dan warisan budaya ke panggung Olimpiade.
Menurutnya, kesempatan mewakili Jamaika menjadi salah satu momen paling berharga sepanjang karier olahraga yang ia jalani.
Perjalanan Mica Moore di bobsled dimulai sebagai brakewoman, posisi yang bertugas mendorong kereta sebelum masuk dan membantu menjaga keseimbangan.
Pada musim ini, ia mengambil tantangan baru sebagai pilot monobob, peran yang membutuhkan kendali penuh terhadap kereta di lintasan es.
Perubahan peran tersebut diakuinya tidak mudah.
Mica Moore menyebut transisi menjadi pilot sebagai proses pembelajaran yang menantang, terutama karena tanggung jawab yang lebih besar dalam mengendalikan kecepatan dan arah kereta.
Ia juga menyoroti keterbatasan waktu latihan di lintasan sebagai salah satu kendala utama dalam meningkatkan performa.
Menurutnya, satu kesalahan kecil di bagian awal lintasan dapat berdampak besar hingga akhir lomba.
Tikungan pertama menjadi bagian yang paling sulit untuk dikuasai karena sangat bergantung pada insting dan pengalaman.
Perjalanan Moore tidak lepas dari sejarah panjang bobsled Jamaika yang populer sejak kemunculan film "Cool Runnings", yang terinspirasi dari debut tim Jamaika pada Olimpiade Musim Dingin 1988.
Ia mengatakan visibilitas tim Jamaika terus berkembang dari tahun ke tahun, seiring meningkatnya partisipasi dan pengalaman atlet.
Meski demikian, keterbatasan finansial masih menjadi tantangan besar.
Moore mengungkapkan bahwa ia membiayai sendiri musim kompetisinya dengan biaya lebih dari 40.000 poundsterling, sementara program negara lain memiliki dukungan anggaran jutaan poundsterling dalam satu siklus Olimpiade.
Walau menghadapi berbagai hambatan, Mica Moore tetap menikmati setiap momen di lintasan es.
Ia menegaskan bahwa semangat, kegembiraan, dan tantangan untuk mencapai lintasan sempurna menjadi motivasi utama untuk terus melaju bersama Jamaika di panggung Olimpiade.
Artikel Tag: olimpiade musim dingin
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/mica-moore-jaga-harapan-jamaika-saat-berlaga-di-nomor-monobob-olimpiade
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini