Laila Edwards, Bintang Hoki Es yang Mengukir Sejarah untuk Team USA

Penulis: Hanif Rusli
Jumat 06 Feb 2026, 19:33 WIB - 117 views
Laila Edwards mengenakan seragam hoki (kiri) dan berpose bersama kedua orangtuanya. (Foto: People)

Laila Edwards mengenakan seragam hoki (kiri) dan berpose bersama kedua orangtuanya. (Foto: People)

Ligaolahraga.com -

Di sebuah rumah sederhana di Cleveland Heights, Ohio, bekas goresan puck masih terlihat di dinding ruang keluarga Laila Edwards.

Lantai kayu yang tergores oleh sepatu roda dan tongkat hoki menjadi saksi awal perjalanan Edwards menuju panggung dunia.

Permainan hoki di dalam rumah bersama saudara-saudaranya mungkin tampak seperti kenangan masa kecil biasa, tetapi dari sanalah lahir seorang atlet yang kini mencatat sejarah.

Laila Edwards bukan sekadar pemain hoki es berbakat.

Ia menjadi perempuan kulit hitam pertama yang bermain untuk tim nasional hoki es putri Amerika Serikat, sekaligus yang pertama tampil di Olimpiade bersama Team USA.

Pada usia 22 tahun, pemain setinggi 185 cm itu sudah memiliki dua gelar nasional bersama University of Wisconsin dan dua medali kejuaraan dunia.

Perjalanan Laila menuju hoki dimulai dari pengaruh ayahnya, Robert Edwards, yang mengenal olahraga tersebut saat tumbuh di Cleveland Heights pada era 1970-an.

Meski keluarga mereka awalnya tidak akrab dengan hoki, Robert bertekad memastikan anak-anaknya belajar skating sejak dini.

Ia juga berjanji akan selalu menjadi pendukung utama mereka dalam olahraga yang menuntut biaya dan komitmen besar itu.

Laila dan kakaknya sempat menekuni figure skating sebelum akhirnya memilih hoki. Sejak kecil, bakat Laila sudah terlihat.

Ia gemar bermain mini-stick di halaman rumah dan menonton pertandingan hoki hampir setiap malam.

Sosok idolanya adalah Alexander Ovechkin, legenda Washington Capitals. Ia bahkan meniru cara Ovechkin membalut tongkat hoki.

Namun, perjalanan Laila Edwards tidak selalu mudah.

Sebagai pemain kulit hitam di olahraga yang didominasi atlet kulit putih, ia pernah mengalami diskriminasi rasial saat bermain di tim putra.

Pengalaman itu sempat membuatnya menangis, tetapi dukungan keluarga dan pelatih membantunya bangkit.

Untuk mengembangkan kemampuannya, Laila meninggalkan rumah pada usia 13 tahun dan bersekolah di Bishop Kearney High School di New York, salah satu program hoki putri terbaik di Amerika.

Di sana ia berkembang menjadi pemain serbabisa yang mampu bermain sebagai penyerang maupun bek.

Selama di Bishop Kearney, ia mencetak lebih dari 400 poin dan memenangkan tiga gelar nasional sekolah.

Setelah lulus, Laila melanjutkan karier di University of Wisconsin, salah satu program hoki putri paling sukses di NCAA.

Ia langsung membantu tim meraih gelar nasional pada musim pertamanya.

Pada musim berikutnya, ia tampil gemilang di Kejuaraan Dunia Hoki Putri 2024 dan dinobatkan sebagai MVP turnamen setelah mencetak enam gol.

Menjelang Olimpiade Milano-Cortina 2026, Laila Edwards membuat keputusan berani: beralih dari penyerang ke posisi bek.

Keputusan ini diambil demi memberikan kontribusi lebih besar bagi tim nasional.

Dengan tinggi badan, visi permainan, dan kemampuan skating yang kuat, pelatih Team USA melihat potensinya sebagai pemain bertahan modern yang mampu mengendalikan permainan.

Di luar lapangan, Laila menyadari bahwa keberadaannya memiliki arti penting bagi generasi muda. Banyak anak kulit hitam yang mulai tertarik bermain hoki setelah melihatnya tampil. Ia menerima peran sebagai panutan dengan penuh rasa syukur.

“Kadang ada anak yang bilang, ‘Kamu pemain favoritku, kamu terlihat seperti aku,’” katanya. “Itu sangat berarti.”

Kisah Laila Edwards bukan hanya tentang prestasi olahraga, tetapi juga tentang representasi, keberanian, dan perubahan.

Dari ruang keluarga yang penuh bekas puck di Ohio hingga arena Olimpiade, ia menunjukkan bahwa mimpi bisa tumbuh dari tempat yang paling sederhana — dan menginspirasi dunia.

Artikel Tag: olimpiade musim dingin, hoki es

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/laila-edwards-bintang-hoki-es-yang-mengukir-sejarah-untuk-team-usa
117
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini