Kontroversi Penilaian Ice Dance Olimpiade Musim Dingin 2026 Picu Perdebatan

Penulis: Hanif Rusli
Minggu 15 Feb 2026, 21:10 WIB - 92 views
Pasangan Prancis Laurence Fournier Beaudry dan Guillaume Cizeron (kanan) melakukan selebrasi di atas podium setelah menjuarai nomor dansa es Olimpiade Musim Dingin 2026. (Foto: AP)

Pasangan Prancis Laurence Fournier Beaudry dan Guillaume Cizeron (kanan) melakukan selebrasi di atas podium setelah menjuarai nomor dansa es Olimpiade Musim Dingin 2026. (Foto: AP)

Ligaolahraga.com -

Kemenangan pasangan Prancis Laurence Fournier Beaudry dan Guillaume Cizeron dalam cabang dansa es di Olimpiade Musim DinginMilano Cortina 2026 masih memicu polemik.

Mereka meraih medali emas setelah unggul tipis 1,43 poin atas pasangan Amerika Serikat Madison Chock dan Evan Bates, yang sebelumnya difavoritkan sebagai juara.

Kedua pasangan sama-sama mencatat skor terbaik musim ini dalam free dance.

Namun, keputusan juri memicu perdebatan karena penampilan Chock dan Bates dinilai lebih bersih, terutama pada elemen twizzles, sementara pasangan Prancis terlihat melakukan beberapa kesalahan sinkronisasi.

Meski kecewa, Chock dan Bates tetap menyatakan bangga atas performa mereka dan menyebut program tersebut sebagai “penampilan medali emas.”

Sorotan terbesar tertuju pada penilaian juri Prancis, Jezabel Dabouis.

Ia memberikan skor free dance terendah untuk Chock dan Bates dibandingkan delapan juri lainnya, serta nilai lebih tinggi dari rata-rata panel untuk pasangan Prancis.

Penilaian tersebut memicu tuduhan bias nasionalisme dalam olahraga yang memang bersifat subjektif.

Reaksi datang dari berbagai pihak. Chock menilai sistem penjurian perlu evaluasi agar kompetisi tetap adil, sementara Bates menekankan bahwa atlet hanya bisa mengendalikan performa mereka di atas es.

Bahkan atlet lain ikut bersuara. Penari es Italia Marco Fabbri mengatakan pasangan Amerika layak meraih emas, pandangan yang juga didukung rekannya Charlene Guignard.

 Atlet Amerika Emilea Zingas menyampaikan kekecewaan serupa. Sebuah petisi daring yang meminta investigasi pun mengumpulkan ribuan tanda tangan.

Menanggapi kontroversi tersebut, International Skating Union menyatakan memiliki “kepercayaan penuh” terhadap sistem penilaian dan menegaskan bahwa variasi skor antarjuri adalah hal normal dalam kompetisi.

Pasangan Prancis sendiri bukan tanpa sorotan. Fournier Beaudry sebelumnya membela Kanada bersama Nikolaj Sorensen, sementara Cizeron adalah juara Olimpiade 2022 bersama Gabriella Papadakis sebelum kembali ke kompetisi dengan pasangan baru musim ini.

Mereka berlatih di Ice Academy of Montreal bersama Chock dan Bates, menjadikan rivalitas ini semakin kompleks.

Kontroversi penjurian sebenarnya bukan hal baru dalam ice dance. Perdebatan serupa telah muncul sepanjang musim kompetisi, bahkan mengingatkan publik pada skandal penilaian skating Olimpiade 2002.

Hingga kini, diskusi tentang konsistensi dan transparansi penilaian masih menjadi bagian tak terpisahkan dari olahraga tersebut.

Artikel Tag: olimpiade, olimpiade musim dingin, milano cortina 2026

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/kontroversi-penilaian-ice-dance-olimpiade-musim-dingin-2026-picu-perdebatan
92
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini