China Juara Umum, Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Berakhir

Penulis: Hanif Rusli
Minggu 04 Okt 2026, 20:41 WIB - 90 views
Suasana upacara penutupan Asian Games Aichi-Nagoya pada Minggu (4/10). (Foto: Xinhua)

Suasana upacara penutupan Asian Games Aichi-Nagoya pada Minggu (4/10). (Foto: Xinhua)

Ligaolahraga.com -

Asian Games Aichi-Nagoya resmi berakhir pada Minggu (4/10) setelah berlangsung selama 16 hari di Jepang.

Ajang tersebut mencatat sejumlah prestasi dan lebih dari 50 rekor dunia, tetapi penyelenggara juga menghadapi berbagai kendala logistik serta kritik mengenai pengelolaan pertandingan.

Lebih dari 17.000 atlet dan ofisial dari 45 negara dan wilayah ambil bagian dalam Asian Games kali ini.

Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Joaan Bin Hamad Al Thani secara resmi mengumumkan penutupan pesta olahraga tersebut.

“Malаm ini, kita menutup Asian Games yang akan membentuk generasi berikutnya olahraga Asia. Sejak kompetisi pertama hingga yang terakhir, para atlet terbaik Asia memukau kita melalui penampilan mereka,” kata Sheikh Joaan.

China kembali menjadi juara umum untuk ke-12 kali berturut-turut.

Kontingen Negeri Tirai Bambu mengumpulkan 169 emas, 89 perak, dan 83 perunggu, sekaligus mencatat perolehan medali terbaik mereka dalam Asian Games yang digelar di luar negeri.

Pelaut Bi Kun membawa bendera China pada upacara penutupan.

Jepang menempati posisi kedua dengan 83 emas, 95 perak, dan 91 perunggu, sekaligus mencatat jumlah emas terbanyak mereka dalam sejarah Asian Games.

Korea Selatan berada di posisi ketiga dengan 39 emas, 43 perak, dan 68 perunggu.

Sprinter Thailand Puripol Boonson dan perenang China Yu Zidi terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP) putra dan putri.

Puripol meraih emas nomor 100 meter dan 200 meter serta perak estafet campuran 4x100 meter. Ia mencatat rekor Asian Games 9,90 detik pada 100 meter.

Sementara itu, Yu yang baru berusia 13 tahun mengoleksi tiga emas. Ia mencatat rekor Asia pada nomor 200 meter gaya ganti perorangan serta rekor Asian Games pada 200 meter gaya kupu-kupu dan 400 meter gaya ganti perorangan.

Namun, penyelenggaraan Asian Games Aichi-Nagoya tidak sepenuhnya berjalan mulus. Masalah kekurangan tempat tidur dan gangguan transportasi menjadi sorotan sepanjang kompetisi.

Presiden panitia penyelenggara, Hideaki Omura, menyampaikan permintaan maaf atas sejumlah kendala, termasuk keterlambatan proses check-in akomodasi dan transportasi.

Omura menyebut panitia menghadapi “tantangan yang tidak terduga” dan harus merespons berbagai persoalan dari hari ke hari.

OCA mengakui adanya tantangan operasional, tetapi menilai penyelenggara tetap mampu menyediakan kondisi yang diperlukan atlet untuk bertanding.

“Tidak ada penyelenggaraan Games tanpa tantangan. Cara kami menangani tantangan tersebut yang lebih penting untuk disoroti,” kata Ketua Komite Koordinasi OCA untuk Asian Games 2026, Mohammad Tayyab Ikram.

Asian Games Aichi-Nagoya menggunakan model akomodasi terdistribusi, dengan atlet tinggal di kabin bergaya kontainer, kapal pesiar, dan hotel, bukan desa atlet khusus.

Bendera OCA kemudian diserahkan kepada Doha sebagai tuan rumah Asian Games ke-21. Namun, tanggal pelaksanaannya masih belum diputuskan.

Artikel Tag: oca, asian games

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/china-juara-umum-asian-games-aichi-nagoya-2026-berakhir
90
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini