Brandon Moreno Kejar Gelar Ketiga Jelang Satu Dekade Bertarung di UFC

Brandon Moreno menegaskan bahwa ambisinya belum pudar meski perjalanan kariernya penuh pasang surut. (Foto: Fight TV)
Petarung kelas terbang asal Meksiko, Brandon Moreno, memasuki tahun kesepuluh kariernya di UFC dengan keyakinan bahwa dirinya masih mampu merebut sabuk juara untuk ketiga kalinya.
Di usia 32 tahun, Moreno bersiap tampil di Arena Ciudad de Mexico, Sabtu (28/2) waktu setempat, dalam laga lima ronde melawan prospek Lone’er Kavanagh.
Brandon Moreno, yang kini menempati peringkat ketujuh kelas terbang versi ESPN, menegaskan bahwa ambisinya belum pudar meski perjalanan kariernya penuh pasang surut.
“Semua terjadi begitu cepat,” ujarnya, mengenang perjalanan panjang sejak debutnya di UFC pada 2016.
Nama Brandon Moreno mencetak sejarah pada Juni 2021 saat menjadi petarung kelahiran Meksiko pertama yang meraih gelar juara UFC.
Ia menaklukkan Deiveson Figueiredo lewat kuncian rear-naked choke pada ronde ketiga di UFC 263.
Kemenangan itu menjadi bagian dari enam pertarungan perebutan gelar beruntun yang dijalaninya dalam kurun tiga tahun, termasuk empat kali menghadapi Figueiredo.
Setelah rangkaian duel perebutan gelar tersebut berakhir dengan kekalahan angka terbelah dari Alexandre Pantoja pada Juli 2023, performa Moreno relatif naik turun.
Ia membukukan rekor 2-2 dalam empat laga terakhirnya, termasuk kemenangan angka atas Steve Erceg pada Maret lalu yang menjadi kemenangan pertamanya di Mexico City.
Laga melawan Kavanagh menjadi momen krusial bagi Moreno. Kemenangan meyakinkan akan membuka kembali jalannya menuju persaingan papan atas kelas terbang.
Sebaliknya, kekalahan berpotensi menjauhkannya dari perebutan gelar, meski namanya tetap memiliki daya tarik besar bagi penggemar Amerika Latin.
Perjalanan Moreno di UFC tidak selalu mulus.
Ia sempat terdepak dari promosi pada 2018 setelah dua kekalahan beruntun, di tengah wacana pembubaran divisi kelas terbang.
Dalam periode sulit tersebut, Moreno juga menghadapi tantangan pribadi ketika salah satu putrinya mengalami masalah kesehatan, sementara pemasukan tidak menentu.
Namun, Moreno bangkit. Ia merebut sabuk kelas terbang LFA dan kembali ke UFC pada 2019. Sejak saat itu, kariernya melesat.
Ia bertarung imbang dengan Askar Askarov, mengalahkan Kai Kara-France dan Jussier Formiga, sebelum memulai rivalitas epik dengan Figueiredo yang berlangsung empat laga.
Brandon Moreno sempat kehilangan dan merebut kembali sabuk juara, termasuk kemenangan TKO atas Figueiredo pada UFC 283 di Rio de Janeiro.
Meski kemudian kembali kehilangan gelar dari Pantoja, namanya tetap diperhitungkan sebagai salah satu petarung terbaik dalam sejarah kelas terbang.
Saat ini, divisi kelas terbang dipimpin juara muda berusia 24 tahun, Joshua Van, dengan sejumlah penantang kuat seperti Tatsuro Taira, Manel Kape, Kyoji Horiguchi, dan Pantoja.
Meski persaingan semakin ketat, Moreno merasa masih memiliki bekal pengalaman dan motivasi besar.
“Saya tahu saya petarung berpengalaman di divisi ini, tapi saya masih lapar,” kata Moreno. Ia menegaskan bahwa target utamanya tetap sama: kembali menjadi juara dunia.
Bagi Brandon Moreno, gelar ketiga akan menjadi pencapaian terbesar dalam kariernya. Ia meyakini kemenangan atas Kavanagh dapat menjadi pijakan menuju pertarungan melawan penantang lima besar lainnya, sekaligus membuka peluang perebutan sabuk kembali.
“Saya melakukan semua yang bisa saya kontrol. Bangun pagi, disiplin latihan, terus bekerja. Tujuan saya jelas, menjadi juara lagi,” ujar Moreno.
Artikel Tag: ufc, deiveson figueiredo, brandon moreno
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/brandon-moreno-kejar-gelar-ketiga-jelang-satu-dekade-bertarung-di-ufc
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini