11 Cabor Olimpiade Tokyo Terima Bantuan Finansial dari KOI

Penulis: Fajar Muhammad Fajar
Jumat 25 Des 2020, 18:15 WIB
11 Cabor Olimpiade Tokyo Terima Bantuan Finansial dari KOI

Komite Olimpiade Indonesia via biem.co

Berita Atletik: 11 cabor (cabang olahraga) yang akan mengikuti kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020, menerima bantuan finansial dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Wijaya M. Noeradidalam, Wakil Sekretaris Jenderal KOI, mengungkapkan subsidi itu merupakan bantuan untuk persiapan para atlet dari ANOC (Association of National Olympic) berhubungan dengan penundaan Olimpiade Tokyo 2020, akibat pandemi Covid-19.

"Subsidi dari ANOC lalu didistribusikan melalui asosiasi setiap benua, sehingga Indonesia akan menerima dana dari OCA (Dewan Olimpiade Asia)," ujar Wijaya dikutip dari Republika.co.id.

11 cabor yang mendapat bantuan dana adalah atletik, panahan, menembak, selancar ombak, angkat besi, karate, bulu tangkis, renang, balap sepeda, bola basket three on three, dan sport climbing.

KOI akan memberikan $ 2.000 dolar AS atau sekitar Rp28,4 juta ke 11 cabang olahraga tersebut. Bantuan finansial tersebut dijadwalkan dibagikan sebelum pergantian tahun.

Tidak hanya subsidi, OCA juga memberikan dana sebesar $ 1,4 juta dolar AS (sekitar Rp20 miliar) untuk Komite Olimpiade Nasional (NOC) yang menghadapi tantangan besar, sehingga membutuhkan bantuan dalam mengerjakan tugasnya.

Tapi Wijaya mengatakan, OCA akan terlebih dahulu melakukan penilaian dan pemeriksaan terhadap proposal dari setiap Komite Olimpiade Nasional. Hal tersebut dilakukan demi menghindari duplikasi antara subsidi ANOC dan dana bantuan program Olympic Solidarity.

Dilansir Republika.co.id, subsidi dari ANOC nantinya akan diaudit oleh Dewan Olimpiade Asia melalui NOC Activities Continental Programme, sehingga NOC wajib memastikan bantuan diterima ke pihak yang tepat dan dimanfaatkan dengan benar.

"Karena penggunaan dana ini akan diaudit, KOI harus memastikan bahwa cabang olahraga yang bersangkutan menggunakan dana subsidi ini dengan tepat," jelas Wijaya.

"Pihak induk organisasi juga harus memberikan laporan tentang penggunaan dana ini agar kami bisa memberi laporan kepada OCA." Pungkas dia.

Artikel Tag: Komite Olimpiade Indonesia, Dewan Olimpiade Asia, ANOC, Atletik, Bulu Tangis, Angkat Besi

632  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini