Sistem Konsesi MotoGP Sukses Bikin Ducati Tak Lagi Terlalu Dominan

Penulis: Abdi Ardiansyah
Selasa 06 Jan 2026, 15:48 WIB - 169 views
Marco Bezzecchi dan Marc Marquez Aprilia dapat konsesi MotoGP

Marco Bezzecchi dan Marc Marquez

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGP: Dominasi Ducati di MotoGP perlahan mulai mendapat perlawanan serius. Sistem konsesi MotoGP yang diterapkan dinilai berhasil membantu pabrikan rival memperkecil jarak performa sepanjang musim MotoGP 2025.

Ducati memang masih menjadi kekuatan utama MotoGP dengan menyapu seluruh gelar juara dunia pada musim 2025. Namun keunggulan pabrikan asal Borgo Panigale itu tidak lagi sedominan tahun sebelumnya. Sistem konsesi MotoGP terbukti memberi ruang bagi rival untuk mendekat.

Pada 2024, Ducati hanya kalah satu kali dalam balapan Grand Prix. Situasi berubah di musim 2025 ketika mereka harus mengakui kekalahan dalam lima seri. Empat kemenangan direbut Aprilia, sementara Honda memanfaatkan kondisi hujan untuk menang di Prancis.

Bahkan dominasi Ducati di balapan Sprint juga sempat terhenti. Pada GP Australia, tidak satu pun motor Ducati mampu start dari baris terdepan, sebuah pemandangan yang jarang terjadi dalam dua musim terakhir.

Dalam sistem konsesi MotoGP, Ducati menjadi satu-satunya pabrikan yang berada di Grup A. Status ini membatasi jumlah tes privat serta melarang wildcard. Sebaliknya, Aprilia dan KTM berada di Grup C, sementara Yamaha dan Honda menikmati keuntungan terbesar di Grup D dengan fleksibilitas pengujian yang jauh lebih luas.

Pebalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, mengakui konsesi membuat rival berkembang lebih cepat, meski ia tetap menilai motor Ducati masih yang terbaik.

“Sulit menjawabnya karena menurut saya motor kami tetap yang terbaik. Saya memang kesulitan musim ini, sementara Marc melakukan lebih sedikit kesalahan dan langsung juara dengan lima seri tersisa,” ujar Bagnaia.

Ia menambahkan bahwa tambahan hari tes bisa saja membantunya beradaptasi lebih baik dengan GP25. Namun, ia memahami tujuan regulasi tersebut.

“Aturan dibuat untuk membuat kejuaraan lebih seimbang. Aprilia, Yamaha, Honda, dan KTM memanfaatkan konsesi dengan sangat baik untuk meningkatkan performa mereka. Ducati tetap kuat dan kami memaksimalkan apa yang kami miliki,” lanjutnya.

Pendapat senada disampaikan test rider Ducati, Michele Pirro. Menurutnya, keterbatasan pengembangan yang dialami Ducati justru membuat persaingan menjadi lebih sehat.

“Banyak yang lupa bahwa pabrikan lain masih memiliki konsesi, sementara Ducati dibatasi dalam pengembangan, tes, dan penggunaan ban. Tujuannya memang untuk mendekatkan level semua pabrikan,” kata Pirro.

Ia menilai bukan Ducati yang menurun, melainkan rival yang kini memiliki paket lebih kompetitif. Contohnya terlihat dari performa Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez bersama Aprilia di beberapa seri terakhir.

“Sekarang ada lebih banyak motor yang bisa bertarung di depan. Apa yang cukup tahun lalu, belum tentu cukup sekarang. Itulah esensi dari regulasi ini,” tegas Pirro.

Dengan persaingan yang semakin rapat, MotoGP 2026 diprediksi akan berlangsung lebih terbuka, sekaligus menjadi ujian bagi Ducati untuk mempertahankan dominasinya di tengah regulasi yang makin ketat.

Artikel Tag: Konsesi MotoGP, Ducati, aprilia

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/sistem-konsesi-motogp-sukses-bikin-ducati-tak-lagi-terlalu-dominan
169
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini