Jorge Lorenzo Akui Menyesal Dulu Tak Punya Pelatih Seperti Rival Rossi

Jorge Lorenzo dan Max Biaggi
Berita MotoGP: Jorge Lorenzo membuka kembali kisah masa lalunya di MotoGP. Mantan juara dunia itu mengaku ada satu hal penting yang ia sesali selama membela Yamaha.
Peran pelatih dalam dunia olahraga modern semakin krusial, termasuk di MotoGP. Hal inilah yang kini disadari betul oleh Jorge Lorenzo, yang akan memulai babak baru dalam kariernya pada musim 2026 sebagai pelatih performa bagi Maverick Vinales di tim KTM Tech3.
Kesepakatan antara Lorenzo dan Vinales dicapai menjelang akhir musim 2025. Bagi Lorenzo, peran ini menjadi cara untuk menyalurkan pengalaman panjangnya di kelas utama MotoGP setelah enam tahun pensiun. Selama kariernya, Lorenzo mencatatkan tiga gelar juara dunia MotoGP bersama Yamaha dan dikenal sebagai salah satu pebalap paling teknis di eranya.
Namun di balik kesuksesan tersebut, Lorenzo mengungkap satu penyesalan besar. Ia berharap, saat masih aktif membalap, dirinya didampingi pelatih berstatus mantan juara dunia. Nama Mick Doohan dan Max Biaggi menjadi sosok yang ia sebut paling ideal.
Menurut Lorenzo, dunia balap motor terlalu lama mengabaikan peran pelatih khusus. Ia membandingkannya dengan tenis dan sepak bola, di mana pendampingan teknis dan mental sudah menjadi standar sejak puluhan tahun lalu. Selama ini pebalap MotoGP lebih banyak fokus pada latihan fisik dan sesi berkendara, tanpa bimbingan intensif dari figur yang pernah merasakan tekanan juara dunia.
Ayah Lorenzo memang berperan besar sebagai pelatih teknis sepanjang kariernya. Namun, kehadiran mantan pebalap elite dinilai bisa memberi perspektif berbeda, terutama dalam membaca balapan, mengelola tekanan, dan menghadapi rival di lintasan.
Pernyataan ini menarik karena Lorenzo sendiri merupakan salah satu rival terbesar Valentino Rossi saat sama-sama membela Yamaha. Rivalitas mereka mencapai puncaknya pada musim 2015, ketika Lorenzo merebut gelar juara dengan selisih lima poin, di tengah konflik panas antara Rossi dan Marc Marquez.
Jika sosok seperti Biaggi, yang juga merupakan musuh bebuyutan Rossi, hadir di garasi Yamaha kala itu, Jorge Lorenzo meyakini dinamika internal tim akan jauh berbeda. Bahkan, bukan tidak mungkin tensi persaingan Rossi dan Lorenzo menjadi lebih tajam.
Kini, Lorenzo berharap pengalamannya bisa membantu Vinales berkembang lebih stabil dan konsisten. Peran barunya ini juga menjadi refleksi bahwa MotoGP modern tak lagi hanya soal kecepatan, tetapi juga soal manajemen performa, pengalaman, dan pendekatan mental yang matang.
Artikel Tag: Jorge Lorenzo, MotoGP 2026, Valentino Rossi, Max Biaggi
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/jorge-lorenzo-akui-menyesal-dulu-tak-punya-pelatih-seperti-rival-rossi



Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini