Jadi Bos Tim MotoGP, Guenther Steiner Akui Masih Banyak Belajar

Penulis: Abdi Ardiansyah
Rabu 07 Jan 2026, 18:40 WIB - 385 views
Guenther Steiner

Guenther Steiner

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGP: Guenther Steiner menegaskan dirinya membutuhkan waktu adaptasi sebelum benar benar mengambil kendali penuh sebagai pemilik tim MotoGP. Sosok yang dikenal luas sebagai mantan kepala tim Haas F1 itu kini menjabat sebagai CEO sekaligus salah satu pemilik Red Bull KTM Tech3 sejak 1 Januari lalu.

Masuknya Steiner ke MotoGP menjadi langkah besar dalam kariernya setelah puluhan tahun berkecimpung di Formula 1 dan berbagai ajang balap lainnya. Meski mengantongi hampir 40 tahun pengalaman di dunia motorsport, Steiner menilai MotoGP memiliki karakter yang sangat berbeda dan menuntut pemahaman mendalam.

“MotoGP adalah salah satu olahraga yang sejak lama saya sukai karena sangat menegangkan. Balapannya rapat, dan kualitas para pebalap benar benar terlihat jelas,” ujar Steiner dalam wawancara dengan Lottoland.

Menurutnya, perbedaan mendasar MotoGP dengan Formula 1 terletak pada peran atlet di lintasan. Jika F1 sangat bergantung pada mobil, maka di MotoGP kemampuan individu pebalap memegang peran yang jauh lebih besar.

“Di MotoGP, duel terjadi langsung antar pebalap. Mereka bertarung jarak dekat di atas motor, itu sesuatu yang luar biasa. Teknologi motornya juga ekstrem, kecepatannya sangat tinggi,” lanjutnya.

Steiner menegaskan enam bulan pertama akan ia gunakan sepenuhnya untuk belajar, mengamati, dan memahami sistem kerja MotoGP sebelum menentukan arah perubahan apa pun.

“Saya membawa banyak pengalaman, tetapi pertama tama saya harus mengerti apa yang benar benar bisa saya kontribusikan. Orang orang di MotoGP sudah berpengalaman puluhan tahun, dan itu patut dihormati,” jelasnya.

Ia bahkan memperkirakan dibutuhkan waktu tiga hingga lima tahun untuk membangun fondasi tim yang benar benar kuat dan stabil. Dalam proses awal ini, Steiner akan mendapat dukungan dari pendiri Tech3, Hervé Poncharal, yang tetap bertahan sebagai konsultan.

“Hervé punya pengalaman luar biasa. Kehadirannya sangat membantu kami dalam fase transisi ini,” kata Steiner.

Guenther Steiner juga menilai MotoGP sebagai kejuaraan yang relatif terbuka, di mana tim independen tetap memiliki peluang besar untuk bersaing di papan atas. Ia mencontohkan keberhasilan tim non pabrikan yang mampu bersaing memperebutkan gelar dunia.

“Di MotoGP, tim independen bisa menang. Itu membuktikan betapa kompetitifnya kejuaraan ini. Jika dikelola dengan baik, peluang selalu ada,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Steiner menyebut Marc Marquez dan Valentino Rossi sebagai dua figur terbesar MotoGP. Ia bahkan menyamakan Marquez dengan Max Verstappen karena memiliki keunggulan mental dan kemampuan ekstra di saat krusial.

Artikel Tag: Guenther Steiner, Haas, Tech3, motogp, f1, Max Verstappen, Marc Marquez

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/jadi-bos-tim-motogp-guenther-steiner-akui-masih-banyak-belajar
385
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini