Francesco Bagnaia Tak Sejutu Acosta Sebut Tak Ada yang Ingin Juara MotoGP

Francesco Bagnaia dan Pedro Acosta
Berita MotoGP - Francesco Bagnaia tak sepakat dengan pernyataan Pedro Acosta mengenai persaingan gelar MotoGP 2026. Menurut pembalap Ducati itu, ketatnya klasemen bukan karena para rival enggan memimpin, melainkan karena persaingan musim ini memang jauh lebih seimbang.
Persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin sulit diprediksi setelah separuh musim berlalu.
Jorge Martin untuk sementara berada di puncak klasemen setelah mengoleksi keunggulan 14 poin atas rekan setimnya di Aprilia, Ai Ogura. Sementara itu, ketatnya persaingan membuat posisi di papan atas dapat berubah drastis hanya dalam satu akhir pekan balap.
Situasi tersebut sempat memancing komentar Pedro Acosta. Pembalap KTM itu bergurau bahwa seolah-olah tidak ada pembalap yang ingin berada di posisi teratas klasemen.
Namun Francesco Bagnaia justru menolak anggapan tersebut.
"Menurut saya, salah mengatakan bahwa tidak ada yang ingin memenangkan kejuaraan ini, karena semua orang memberikan yang terbaik," kata Bagnaia seperti dilansir dari Motorsport.com.
Menurut juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 itu, penyebab utama ketatnya persaingan adalah meningkatnya kompetitivitas para pabrikan.
"Untuk pertama kalinya tahun ini, Ducati tidak sedominan sebelumnya dan ada lebih banyak motor yang kompetitif, seperti pada 2020," ujar Bagnaia.
Kondisi tersebut membuat perolehan poin setiap seri menjadi sangat penting. Seorang pembalap bisa mendapatkan hasil besar pada satu balapan, tetapi kehilangan banyak poin pada seri berikutnya.
"Ini membuat persaingan jauh lebih ketat. Dalam satu balapan Anda bisa meraih 20 poin, di balapan lain hanya satu poin, atau bahkan kehilangan 20 poin. Itu sangat bergantung pada diri Anda dan bagaimana perasaan Anda di atas motor," tuturnya.
Bagnaia sendiri masih harus bekerja keras jika ingin kembali menjadi kandidat juara. Ia saat ini berada di posisi kedelapan klasemen dan tertinggal 65 poin dari Martin.
Meski demikian, pembalap Italia itu belum menganggap peluangnya berakhir. Ia bahkan mengingat kembali keberhasilannya pada 2022 ketika mampu membalikkan defisit 91 poin untuk merebut gelar juara dunia.
Bagnaia juga menilai performa para rivalnya menjadi bukti bahwa persaingan musim ini memang sangat terbuka. Ia menyebut Marco Bezzecchi tetap menjadi pembalap Aprilia yang sangat cepat, sementara Ai Ogura menunjukkan perkembangan impresif.
"Ogura melakukan pekerjaan yang luar biasa. Dia selalu kompetitif. Jika nantinya dia bisa lebih kompetitif pada lap-lap awal, dia akan bertarung untuk kemenangan setiap hari Minggu," kata Bagnaia.
Sementara itu, Marc Marquez tetap menjadi salah satu ancaman terbesar. Namun, Francesco Bagnaia melihat performa Ducati yang belum konsisten membuat persaingan gelar MotoGP 2026 semakin terbuka.
Artikel Tag: francesco bagnaia, pedro acosta, motogp 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/francesco-bagnaia-tak-sejutu-acosta-sebut-tak-ada-yang-ingin-juara-motogp

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini