Buntut Konflik Maverick Vinales, Mantan Rider Sebut KTM Minim Empati

Maverick Vinales
Berita MotoGP - Perselisihan antara KTM dan Maverick Vinales memunculkan sorotan baru terhadap cara pabrikan asal Austria itu memperlakukan para pembalapnya. Sejumlah mantan rider KTM sendiri bahkan mengaku punya pandangan serupa bahwa tim ini kerap bersikap keras dan minim empati dalam proses negosiasi kontrak.
Hubungan KTM dengan para pembalapnya kembali menjadi perhatian setelah perselisihan dengan Maverick Vinales mencuat ke publik. Laporan terbaru menyebut bukan hanya Vinales yang merasa dirugikan, tetapi beberapa mantan pembalap KTM juga memiliki pengalaman serupa saat berurusan dengan manajemen tim.
Konflik bermula setelah KTM mengumumkan Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio sebagai duet pembalap tim pabrikan untuk MotoGP 2027. Keputusan itu membuat Maverick Vinales kehilangan peluang promosi ke tim utama, meski sebelumnya ia mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan KTM.
Pembalap berjulukan Top Gun tersebut bahkan menuding petinggi KTM membatalkan kesepakatan yang sebelumnya telah ditandatangani. Meski mantan pembalap sekaligus pengamat MotoGP Neil Hodgson sempat membela KTM setelah muncul penjelasan lebih lanjut mengenai kontrak tersebut, laporan Motorsport.com edisi Spanyol menyebut persoalan seperti ini bukan pertama kali terjadi.
Laporan itu mengungkap Johann Zarco, Remy Gardner, Iker Lecuona, dan Raul Fernandez pernah mengalami situasi yang dinilai serupa selama menjadi bagian dari KTM.
Zarco direkrut sebagai pembalap utama KTM pada 2019, tetapi kontraknya berakhir lebih cepat setelah kesulitan beradaptasi dengan motor RC16. Nasib serupa dialami Iker Lecuona yang kehilangan kursinya sebelum mendapat kesempatan menunjukkan potensi terbaiknya.
Sementara itu, Remy Gardner disebut mendapat kritik karena dianggap kurang profesional setelah hanya semusim di MotoGP bersama KTM. Raul Fernandez juga dikabarkan dipaksa naik ke kelas MotoGP lebih cepat, padahal saat itu ia ingin bertahan di Moto2 untuk mengejar gelar juara dunia.
Menurut laporan tersebut, beberapa pembalap dan perwakilan mereka sepakat bahwa KTM sering kali memiliki posisi yang terlalu dominan dalam proses negosiasi kontrak.
"Saat berhubungan dengan pembalap, KTM ingin memegang seluruh kendali. Itu terasa berlebihan dan jelas menempatkan pihak pembalap pada posisi yang sangat tidak menguntungkan," ujar salah satu perwakilan pembalap yang dikutip Motorsport.com.
Meski KTM berhasil merekrut dua pemenang balapan Ducati untuk musim 2027, strategi negosiasi yang terus menuai kritik dikhawatirkan dapat memengaruhi citra tim di mata para pembalap. Jika kondisi ini terus berlanjut, KTM berisiko kehilangan daya tarik sebagai salah satu tujuan utama bagi talenta terbaik MotoGP.
Artikel Tag: maverick vinales, ktm, motogp 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/buntut-konflik-maverick-vinales-mantan-rider-sebut-ktm-minim-empati

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini