Bos Ducati Tak Ingin Jumawa, Anggap Marc Marquez Belum Favorit Juara

Marc Marquez dan Bos Ducati, Davide Tardozzi.
Berita MotoGP - Manajer Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menilai Aprilia masih menjadi favorit dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 meski Marc Marquez kini memimpin klasemen. Menurutnya sejumlah sirkuit tersisa berpotensi lebih menguntungkan Aprilia dibandingkan Ducati, sehingga Marquez masih harus berjuang mempertahankan keunggulannya.
Marc Marquez berada dalam posisi kuat untuk mengejar gelar juara dunia MotoGP 2026 setelah memenangi Sprint Race di Phillip Island, Australia. Hasil tersebut membuat pembalap Ducati Lenovo itu unggul 10 poin atas rivalnya dari Aprilia Racing, Jorge Martin.
Martin mengalami kecelakaan saat Sprint Race dan menderita patah tulang radius kanan tanpa pergeseran. Sementara itu, balapan utama MotoGP Australia dibatalkan akibat cuaca buruk dan terbatasnya jarak pandang untuk pengoperasian helikopter medis.
Situasi tersebut membuat persaingan gelar semakin menarik. Marc Marquez memiliki keunggulan poin, tetapi kondisi Martin dan karakter sirkuit yang tersisa masih dapat memengaruhi perebutan gelar.
Meski Marquez memimpin klasemen, Tardozzi belum menganggap pembalap andalannya sebagai favorit utama untuk menjadi juara dunia. Ia justru menilai Aprilia masih memiliki keunggulan di sejumlah lintasan pada sisa kalender musim ini.
"Saya tidak merasa persaingannya semakin dekat. Menurut saya, Aprilia masih menjadi favorit. Masih ada tiga atau empat sirkuit tersisa tempat mereka pasti akan lebih kompetitif daripada kami, tetapi saya pikir Marc harus melakukan bagiannya untuk berusaha tetap berada di puncak klasemen," kata Tardozzi.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Ducati belum menganggap persaingan telah berakhir meski Marquez berada di posisi terdepan. Konsistensi pada seri-seri berikutnya akan menjadi faktor penting untuk menjaga peluang meraih gelar.
Tardozzi juga menyoroti duel Marquez dan Martin dalam Sprint Race di Phillip Island. Keduanya terlibat pertarungan sengit sebelum Martin terjatuh pada lap kedelapan.
Menurut Tardozzi, Marquez mampu mengendalikan jalannya balapan dengan baik dan tidak mengambil risiko secara sembarangan ketika menghadapi rivalnya.
"Saya menonton ulang lap-lap awal sprint sebelum tidur pada Sabtu malam. Menurut saya, Marc membalap dengan sangat cerdas. Jorge melakukan kesalahan, tetapi Marc mampu mengelola balapan dengan sangat baik," ujarnya.
Tardozzi sebelumnya juga menyampaikan simpati atas cedera yang dialami Martin. Ia berharap pembalap Spanyol itu dapat pulih dan kembali bersaing di Sepang, meski kondisi fisiknya masih perlu dipantau.
Martin dijadwalkan berangkat ke Malaysia untuk menjalani pemeriksaan kebugaran sebelum MotoGP Malaysia 2026. Jika tidak dapat tampil di Sepang dan Qatar, peluangnya mempertahankan persaingan gelar akan semakin berat.
Dalam situasi tersebut, rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi, juga menjadi salah satu pembalap yang masih berpeluang mengejar gelar. Namun ia tertinggal 50 poin dari Marquez.
Dengan beberapa seri tersisa, persaingan belum selesai. Marc Marquez harus mempertahankan konsistensinya, sementara Aprilia masih berupaya memanfaatkan keunggulan motor mereka di sirkuit-sirkuit yang dinilai cocok dengan karakter RS-GP.
Artikel Tag: marc marquez, ducati, aprilia, davide tardozzi, jorge martin
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/bos-ducati-tak-ingin-jumawa-anggap-marc-marquez-belum-favorit-juara
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini