Acosta Usulkan Ide Baru Pantau Tekanan Ban di MotoGP

Acosta Usulkan Ide Baru Pantau Tekanan Ban di MotoGP - sumber: (motorsport)
Berita MotoGP akhir pekan lalu di Mandalika diwarnai dengan masalah tekanan ban depan yang mempengaruhi kinerja beberapa pebalap ternama. Pedro Acosta, yang mengalami kesulitan akibat tekanan ban, berpendapat bahwa ada solusi sederhana untuk masalah ini. Dalam regulasi teknis terbaru yang diperkenalkan pada Agustus 2023, pebalap diwajibkan menjaga tekanan ban depan di atas 1,80 bar selama 60% balapan grand prix dan 30% balapan sprint, dengan penalti bagi yang tidak mematuhi.
Michelin, sebagai pemasok ban tunggal di kelas utama, telah mengembangkan sistem pemantauan tekanan ban selama balapan dan menerapkan penalti bagi pebalap yang melanggar aturan tersebut. Contohnya, Maverick Vinales dari Tech3 mendapatkan penalti 16 detik karena gagal mempertahankan tekanan minimum. Namun, penalti ini tidak mempengaruhi posisinya karena ia finis terakhir.
Di Mandalika, masalah tekanan ban juga mempengaruhi Jorge Martin, Marc Marquez, dan Acosta. Marquez dan Acosta menghabiskan sebagian besar balapan dengan saling menyalip agar tekanan ban mereka meningkat. Akibatnya, mereka melambat dan Ai Ogura berhasil menyalip di lap-lap akhir.
Acosta mengkritik aturan tekanan ban ini, dengan menyebutnya sebagai "kebodohan terbesar dalam kejuaraan." Menurutnya, keputusan mengenai tekanan ban terlalu memaksa pebalap untuk memprediksi kondisi masa depan yang sulit dan berisiko. Solusi yang ditawarkan Acosta adalah menetapkan tekanan standar yang berlaku untuk semua pebalap, sehingga tidak ada lagi kekhawatiran akan penalti dan pebalap bisa fokus untuk memenangkan balapan.
Sementara itu, Jorge Martin juga menghadapi tantangan serupa dengan tekanan ban. Ia memulai balapan dari posisi kelima dengan asumsi bahwa tekanan ban akan terjaga saat berada di belakang pebalap lain. Namun, ia justru menemukan dirinya di posisi terdepan dan harus membiarkan Marquez menyalip untuk menaikkan tekanan ban.
Dengan kedatangan Pirelli sebagai pemasok ban baru pada 2027, diharapkan masalah ini akan teratasi. Giorgio Barbier dari Pirelli menyatakan bahwa mereka akan mempertahankan aturan tekanan ban yang ada, tetapi dengan jendela operasi tekanan yang lebih luas, sehingga perilaku ban tidak terlalu terpengaruh oleh variasi tekanan. Hal ini diharapkan dapat menghilangkan penalti yang diterima pebalap setelah balapan berakhir.
Pirelli berkomitmen untuk memahami lebih dalam tentang motor MotoGP sebelum membuat perubahan signifikan, namun keyakinan mereka terhadap ban yang lebih adaptif memberikan harapan akan kompetisi yang lebih adil dan minim penalti di masa depan.
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/acosta-usulkan-ide-baru-pantau-tekanan-ban-di-motogp


















Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini