LIV Golf Hadapi Masa Depan Tak Pasti Setelah Pendanaan PIF Berakhir

Penulis: Hanif Rusli
Senin 24 Agu 2026, 20:43 WIB - 91 views
Dengan pendanaan PIF yang akan berakhir, kemampuan LIV menemukan investor baru dan model bisnis berkelanjutan akan menjadi penentu keberlangsungan liga pada 2027. (Foto: AP)

Dengan pendanaan PIF yang akan berakhir, kemampuan LIV menemukan investor baru dan model bisnis berkelanjutan akan menjadi penentu keberlangsungan liga pada 2027. (Foto: AP)

Ligaolahraga.com -

Masa depan LIV Golf menghadapi ketidakpastian setelah Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi memastikan pendanaan untuk liga golf tersebut hanya berlanjut hingga akhir musim 2026.

Ketidakpastian itu terlihat jelas pada penyelenggaraan LIV Golf Indianapolis di Club at Chatham Hills.

Turnamen yang sebelumnya dikenal dengan konsep hiburan dan musik berkapasitas besar berlangsung dengan fasilitas yang lebih terbatas dibandingkan tahun sebelumnya.

LIV bahkan membatalkan konser yang sebelumnya dijadwalkan menampilkan Thomas Rhett dan Disco Lines.

Area penggemar juga mengalami pengurangan, sementara fasilitas seperti taman bermain anak dan mini golf yang tersedia pada 2025 tidak lagi hadir dalam skala serupa.

Masalah tersebut menjadi bagian dari persoalan lebih besar yang dihadapi LIV setelah PIF, sumber pendanaan utama liga sejak didirikan, mengumumkan pada April bahwa mereka hanya akan membiayai kompetisi hingga akhir musim ini.

CEO LIV Golf Scott O'Neil kemudian berupaya mencari investor baru. LIV sebelumnya mengumumkan telah menandatangani term sheet dengan calon investor, dengan Ted Goldthorpe dari BC Partners disebut sebagai calon investor utama.

Namun, kesepakatan final belum tercapai dan rincian investasi masih belum jelas.

"Kami menghadapi sejumlah rintangan. Ini transaksi yang sangat kompleks, tetapi saya tidak akan bertaruh melawan kami," kata O'Neil.

Tekanan finansial juga berdampak pada kalender kompetisi. LIV telah membatalkan turnamen di New Orleans dan menghapus kejuaraan penutup musim di Michigan.

Turnamen Indianapolis kemudian dijadikan ajang penentuan gelar tim dengan hadiah 30 juta dolar AS, turun 10 juta dolar AS dari 2025. Hadiah individu juga dipangkas setengahnya.

Situasi tersebut membuat sejumlah pemain mulai mempertimbangkan masa depan mereka.

Beberapa pemain muda, termasuk Michael La Sasso dan Josele Ballester, telah mendaftarkan diri untuk mengikuti kualifikasi DP World Tour.

La Sasso, juara NCAA 2025 yang memilih bergabung dengan LIV dan melewatkan undangan Masters 2026, akhirnya meraih kemenangan profesional pertamanya di Indianapolis dengan skor 18 di bawah par.

Namun, kemenangan itu datang ketika masa depannya di LIV masih belum jelas.

Bryson DeChambeau, salah satu pemain terbesar LIV, juga belum memberikan kepastian mengenai kelanjutan kariernya di liga tersebut.

Kontraknya berakhir setelah putaran final Indianapolis. Ia sebelumnya dikabarkan mencari kontrak baru dengan nilai hingga 500 juta dolar AS.

DeChambeau mengatakan LIV masih menghadapi banyak tantangan, tetapi berharap dunia golf memberikan kesempatan lain kepada liga tersebut.

Di sisi lain, LIV berencana menawarkan format baru melalui konsep LIV 2.0.

Rancangan tersebut mencakup 10 turnamen, terdiri atas lima ajang internasional dan lima turnamen di Amerika Serikat, serta kemungkinan kepemilikan saham bagi pemain dan fleksibilitas untuk tampil di tur lain.

Namun, rencana tersebut berpotensi menghadapi kendala karena PGA Tour dan DP World Tour belum menunjukkan kesiapan menerima pemain LIV secara bebas.

Dengan pendanaan PIF yang akan berakhir, kemampuan LIV menemukan investor baru dan model bisnis berkelanjutan akan menjadi penentu keberlangsungan liga pada 2027.

Artikel Tag: pga tour, liv golf

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/golf/liv-golf-hadapi-masa-depan-tak-pasti-setelah-pendanaan-pif-berakhir
91
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini