Jon Rahm Sapu Gelar LIV Golf, Masa Depan Kompetisi Jadi Sorotan

Jon Rahm
Berita Golf - Jon Rahm menutup musim LIV Golf 2026 dengan kembali menunjukkan konsistensinya. Pegolf asal Spanyol itu membukukan 7 under par 63 pada putaran terakhir di Indianapolis dan finis sebagai runner up, hanya terpaut satu pukulan dari Michael La Sasso yang keluar sebagai pemenang.
La Sasso, juara individu NCAA 2025 bersama Mississippi, mencatat skor 18 under par setelah menutup turnamen dengan 65. Pegolf berusia 22 tahun tersebut akhirnya meraih kemenangan pertama dalam kariernya di LIV Golf.
Meski gagal menjadi juara pada turnamen penutup musim, Rahm tetap memiliki alasan besar untuk merayakan musim 2026. Ia berhasil mengamankan gelar klasemen individu LIV Golf untuk kali ketiga secara beruntun. Legion XIII yang dipimpinnya juga meraih gelar tim untuk kedua kalinya berturut turut.
Namun, kesuksesan tersebut datang ketika masa depan LIV Golf justru penuh tanda tanya. Dana Investasi Publik Arab Saudi atau PIF (Public Investment Fund) telah mengakhiri pendanaan langsungnya terhadap liga setelah musim ini. Dalam lima tahun, LIV Golf disebut telah menghabiskan lebih dari 5 miliar dolar untuk membangun kompetisinya dan merekrut sejumlah pegolf papan atas dunia.
LIV Golf juga membatalkan dua turnamen pada musim ini, termasuk agenda di New Orleans dan turnamen penutup yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Michigan.
CEO LIV Golf Scott O'Neil tetap optimistis kompetisi akan berlanjut pada 2027. Ia mengatakan liga tengah mempersiapkan format baru yang disebut LIV 2.0, dengan rencana memberikan kepemilikan saham kepada para pemain dan mengembalikan hak komersial mereka.
Rencana tersebut disebut mencakup lima turnamen tim di luar Amerika Serikat dan lima turnamen individu di Amerika yang waktunya disusun berdekatan dengan turnamen mayor.
Jon Rahm sendiri masih terikat kontrak hingga musim depan. Sementara itu, masa depan Bryson DeChambeau menjadi salah satu perhatian utama karena kontraknya berakhir setelah musim ini.
“Pada akhirnya, ketika berada di lapangan, semuanya kembali menjadi golf. Semua persoalan dan teori yang beredar menghilang dan kami hanya berkompetisi,” kata Rahm.
DeChambeau juga memberikan sinyal positif mengenai masa depan LIV Golf. Ia mengakui perjalanan liga tidak selalu berjalan sempurna, tetapi percaya berbagai tantangan justru membuat para pemain semakin kuat.
Dengan musim 2026 telah berakhir, perhatian kini beralih pada apakah LIV Golf mampu mewujudkan rencana LIV 2.0 dan mempertahankan para bintang yang menjadi fondasi kompetisi tersebut.
Artikel Tag: bryson dechambeau, jon rahm, public investment fund, liv golf, scott o'neil, michael la sasso
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/golf/jon-rahm-sapu-gelar-liv-golf-masa-depan-kompetisi-jadi-sorotan

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini