LIV Golf Bangkrut, Para Pemain Disiapkan Jadi Pemilik Mayoritas

Jon Rahm dan Bryson DeChambeau
Berita Golf - Masa depan LIV Golf memasuki babak baru setelah liga tersebut resmi mengajukan Chapter 11 di Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat untuk Distrik New Jersey pada Selasa, 8 September 2026.
Pengajuan tersebut dilakukan secara sukarela dan bertujuan memberikan ruang bagi LIV untuk melakukan restrukturisasi tanpa harus menghentikan operasionalnya. Chapter 11 pada dasarnya memungkinkan perusahaan menyusun kembali kondisi keuangan dan utangnya sambil tetap menjalankan bisnis.
CEO LIV Golf Scott O'Neil menegaskan bahwa proses tersebut merupakan langkah menuju bentuk baru kompetisi yang lebih berkelanjutan. LIV ingin membangun struktur yang menempatkan pemain sebagai pemilik mayoritas liga.
Dokumen restrukturisasi menunjukkan para pemain nantinya dapat memiliki sekitar 52,5 persen kepemilikan LIV Golf 2.0. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, pemain yang bertahan juga berpotensi mendapatkan kontrak baru, bonus penandatanganan, serta kepemilikan gabungan sekitar 30 persen pada tim yang mereka bela.
Untuk membantu proses restrukturisasi, LIV mendapatkan dukungan pendanaan dari BC Partners. Kesepakatan tersebut bernilai sekitar 300 juta dolar AS dan menjadi bagian penting dari rencana untuk membawa LIV keluar dari proses Chapter 11. Namun, kesepakatan itu masih bergantung pada persetujuan pengadilan serta komitmen sejumlah pemain utama untuk tetap bergabung.
Saudi Arabia Public Investment Fund atau PIF juga masih memberikan dukungan sementara. PIF menyetujui pendanaan sekitar 49,6 juta dolar AS sebagai debtor in possession financing untuk membantu LIV menjalankan operasional selama proses restrukturisasi berlangsung.
Situasi ini membuat masa depan sejumlah bintang LIV menjadi perhatian besar, terutama Jon Rahm dan Bryson DeChambeau.
Rahm saat ini masih terikat kontrak dengan LIV, tetapi belum memastikan apakah dirinya akan tetap bermain di liga tersebut pada 2027. Ia bahkan mengakui bahwa banyak hal masih dapat berubah setelah proses restrukturisasi dimulai.
DeChambeau juga berada dalam posisi penting. Kontraknya bersama LIV berakhir setelah musim 2026 dan pegolf Amerika Serikat tersebut selama beberapa bulan terakhir ikut terlibat dalam pembicaraan mengenai masa depan liga.
Dokumen pengadilan menunjukkan LIV memiliki aset antara 100 juta hingga 500 juta dolar AS, sementara kewajibannya berada di kisaran 500 juta hingga 1 miliar dolar AS. Jon Rahm tercatat sebagai salah satu kreditur terbesar dengan klaim sekitar 7,4 juta dolar AS, disusul DeChambeau sekitar 5,7 juta dolar AS.
Jika proses restrukturisasi berjalan sesuai rencana, LIV diperkirakan memasuki 2027 dengan format yang lebih ramping. Liga tersebut disebut menargetkan musim dengan sekitar 10 turnamen, turun dari 14 event pada 2026.
Namun, seluruh rencana tersebut masih membutuhkan persetujuan pengadilan dan dukungan para pemain. Karena itu, Chapter 11 bukan akhir dari LIV Golf, melainkan awal dari upaya membentuk kembali liga yang selama ini sangat bergantung pada pendanaan PIF.
Artikel Tag: bryson dechambeau, jon rahm, liv golf, scott o'neil
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/golf/liv-golf-bangkrut-para-pemain-disiapkan-jadi-pemilik-mayoritas
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini