Jordan Spieth Siap Pertaruhkan Status PGA Tour demi Juara The Open

Penulis: Abdi Ardiansyah
Jumat 03 Jul 2026, 19:11 WIB - 84 views
Jordan Spieth

Jordan Spieth

Ligaolahraga.com -

Berita Golf - Jordan Spieth optimistis performanya mulai kembali ke level terbaik setelah beberapa musim diganggu cedera dan masalah teknik ayunan. Juara tiga turnamen major itu bahkan menyebut periode pertengahan 2017 sebagai masa terbaik dalam kariernya, saat berhasil menjuarai The Open Championship di Royal Birkdale.

Kini, sembilan tahun kemudian, Spieth merasa kondisinya kembali mendekati performa tersebut. Karena itulah ia menyusun strategi khusus demi memaksimalkan peluang meraih gelar The Open 2026 yang kembali digelar di Royal Birkdale, Inggris.

Namun keputusan itu membawa konsekuensi besar.

Spieth memilih melewatkan Scottish Open, turnamen yang menjadi ajang pemanasan sekaligus kesempatan penting mengumpulkan poin FedEx Cup. Sebagai gantinya, ia memutuskan datang lebih awal ke Royal Birkdale agar memiliki waktu lebih banyak mempelajari karakter lapangan sebelum latihan resmi dimulai.

Menurut Jordan Spieth, pengalaman sepanjang musim ini menunjukkan persiapan lebih awal memberikan hasil yang jauh lebih baik dibanding hanya mengandalkan ronde latihan pada pekan turnamen.

"Saya merasa hasil terbaik saya musim ini datang ketika punya waktu lebih banyak mengenal lapangan sebelum turnamen dimulai. Karena itu saya ingin datang lebih awal ke Birkdale," ujarnya.

Keputusan tersebut cukup berisiko. Saat ini Spieth berada di peringkat ke 52 klasemen FedEx Cup, sementara hanya 50 besar yang berhak otomatis tampil di Signature Events PGA Tour musim berikutnya.

Jika gagal kembali masuk 50 besar sebelum akhir musim reguler, ia berpotensi kehilangan akses ke sejumlah turnamen bergengsi dengan hadiah terbesar di PGA Tour.

Meski demikian, Spieth tetap yakin pilihannya sudah tepat. Ia bahkan bersedia memainkan beberapa turnamen tambahan setelah The Open, seperti 3M Open dan Wyndham Championship, apabila masih membutuhkan poin untuk mengamankan posisinya.

Di sisi lain, performa Spieth sepanjang musim 2026 sebenarnya menunjukkan tren positif. Dalam 17 penampilan, ia mencatat delapan finis 25 besar, termasuk finis di posisi 12 Masters Tournament dan peringkat 18 PGA Championship.

Meski belum mampu meraih satu pun finis 10 besar atau kemenangan sejak 2022, Spieth merasa kualitas permainannya jauh lebih stabil dibanding beberapa musim sebelumnya.

"Saya merasa permainan saya berada di kondisi yang sangat baik. Saya lebih konsisten dan lebih lengkap dibanding beberapa tahun terakhir. Kalau terus bermain seperti ini, saya yakin hasil bagus akan datang," kata Spieth.

Royal Birkdale sendiri menyimpan kenangan manis bagi Jordan Spieth. Di lapangan itulah ia memenangkan The Open Championship 2017 melalui salah satu penampilan terbaik sepanjang kariernya.

Menjelang edisi tahun ini, ia mengaku antusias melihat beberapa perubahan yang dilakukan pihak penyelenggara terhadap layout lapangan.

"Birkdale adalah salah satu lapangan tersulit yang kami hadapi di The Open. Saya mendengar banyak hal positif tentang beberapa perubahan yang dilakukan dan tidak sabar untuk kembali bermain di sana," ujarnya.

Apabila mampu kembali mengangkat trofi Claret Jug di Royal Birkdale, seluruh risiko yang diambil Spieth, termasuk ancaman kehilangan status elite di PGA Tour, akan langsung terbayar lunas.

Artikel Tag: jordan spieth, pga tour, the open championship, royal birkdale, the open

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/golf/jordan-spieth-siap-pertaruhkan-status-pga-tour-demi-juara-the-open
84
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini