Terungkap, Faktor Ini Disebut Bikin Lewis Hamilton Kesulitan di Ferrari

Lewis Hamilton
Berita F1: Musim perdana Lewis Hamilton bersama Ferrari berjalan jauh dari ekspektasi. Setelah mengakhiri kebersamaan panjang dengan Mercedes pada akhir musim 2024, juara dunia tujuh kali itu diharapkan mampu membawa dampak instan bagi tim asal Maranello. Namun kenyataannya, Hamilton justru menutup musim tanpa satu pun podium, sebuah catatan langka sepanjang kariernya di Formula 1.
Mantan pebalap Formula 1, Ralf Schumacher, menilai performa Hamilton yang belum optimal bukan disebabkan faktor usia. Menurutnya, aspek mental dan proses adaptasi di lingkungan baru memegang peranan jauh lebih besar. Schumacher bahkan mengaku telah memprediksi situasi ini sejak awal musim.
“Ekspektasi terhadap Lewis sangat besar,” ujar Schumacher kepada F1 Insider. Ia mengungkapkan sempat menuai kritik saat menyatakan Hamilton tidak akan langsung bersaing memperebutkan gelar juara dunia dan membutuhkan waktu untuk mendekati performa Charles Leclerc. “Kenyataannya memang seperti itu,” tambahnya.
Schumacher menjelaskan bahwa kondisi Formula 1 saat ini membuat proses adaptasi menjadi lebih sulit dibandingkan masa lalu. Minimnya sesi uji coba, terutama tes musim dingin yang panjang, membuat pebalap baru harus beradaptasi langsung di tengah persaingan ketat. Ia juga menyebutkan bahwa dari informasi internal yang beredar, Hamilton kurang menyukai simulator dan masih mencari kembali sensasi mengemudi yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Menjelang musim baru, Hamilton akan menjadi pebalap tertua kedua di grid pada usia 41 tahun, hanya kalah dari Fernando Alonso. Namun Schumacher menegaskan usia bukanlah akar persoalan. “Ini bukan semata soal umur, tetapi lebih ke kondisi mental,” katanya. Ia menilai Hamilton saat ini tidak sepenuhnya terbuka terhadap perubahan, sebuah fase yang menurutnya wajar dialami pebalap berpengalaman ketika menghadapi tantangan baru.
Schumacher juga menyinggung peran kepala tim Ferrari, Frederic Vasseur, yang berharap Lewis Hamilton bisa lebih menyatu dengan karakter mobil musim depan. Namun ia meragukan peluang tersebut, mengingat arah pengembangan mobil Ferrari cenderung semakin agresif.
“Mobilnya akan menjadi lebih sensitif. Leclerc mampu mengatasinya, sementara Lewis membutuhkan bagian belakang yang stabil,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa tantangan Hamilton di Ferrari tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga kecocokan gaya mengemudi dan kesiapan mental menghadapi fase baru dalam kariernya.
Artikel Tag: Lewis Hamilton, Ferrari, F1 2025, F1 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/terungkap-faktor-ini-disebut-bikin-lewis-hamilton-kesulitan-di-ferrari

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini