Strategi Jitu Racing Bulls Selamatkan Liam Lawson di GP Brasil

Liam Lawson
Pebalap asal Selandia Baru itu memulai balapan dari posisi ketujuh, dua tempat di belakang rekan setimnya, Isack Hadjar, yang berhak atas strategi utama tim. Namun, kondisi lintasan dan persaingan ketat membuat Racing Bulls melakukan penyesuaian taktik secara mendadak.
“Saya merasa punya kecepatan yang bagus, tapi masalah utamanya adalah posisi saya sebagai mobil kedua di barisan depan,” ungkap Lawson kepada media. “Kami awalnya berencana untuk dua kali pit stop, tapi saya sadar itu akan membuat saya kehilangan banyak posisi.”
Keputusan untuk tetap di lintasan lebih lama terbukti tepat. Lawson sempat bersaing ketat dengan Hadjar di lap-lap terakhir dan bahkan terjadi sedikit kontak di tikungan pertama pada lap terakhir. Namun, ia berhasil mempertahankan posisi ketujuh hingga garis finis, hanya terpaut 52,6 detik dari pemenang lomba, Lando Norris.
Menariknya, pada lap terakhir Lawson memimpin barisan panjang berisi hampir setengah dari total peserta. Dari dirinya hingga Fernando Alonso di posisi ke-14, jaraknya hanya sekitar tiga detik, menunjukkan betapa ketatnya persaingan di akhir lomba.
“Strategi satu pit stop memang sangat berisiko dan bukan yang tercepat, tapi itu memberi kami posisi di trek,” jelas Lawson. “Saya hanya berusaha menjaga garis balap, mengelola energi, dan merawat ban yang sangat sensitif. Rasanya benar-benar menegangkan.”
Dengan hasil ini, Liam Lawson mencatatkan finis di zona poin untuk keenam kalinya musim ini. Performa stabilnya semakin memperkuat posisinya di Racing Bulls, sekaligus menunjukkan ketajaman strategi tim dalam menghadapi dinamika balapan yang tidak terduga.
Artikel Tag: gp brasil, liam lawson, racing bulls
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/strategi-jitu-racing-bulls-selamatkan-liam-lawson-di-gp-brasil
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini