Puasa Gelar dan Kemenangan, Ferrari Akhirnya Bicara Jujur

Charles Leclerc
Berita F1: Ferrari menghadapi salah satu musim tersulit dalam beberapa tahun terakhir setelah gagal meraih kemenangan grand prix dan harus puas finis di posisi keempat klasemen konstruktor. Hasil tersebut menjadi kemunduran bagi tim asal Maranello, mengingat pada musim sebelumnya mereka hanya terpaut tipis dari gelar juara konstruktor yang akhirnya jatuh ke tangan McLaren.
Kehadiran Lewis Hamilton di awal musim sempat menumbuhkan optimisme besar. Pebalap juara dunia tujuh kali itu diharapkan mampu membawa pengalaman dan mental juara ke dalam tim. Namun, realitas di lintasan berkata lain. Ferrari kesulitan menemukan konsistensi, sementara Hamilton juga menjalani musim yang penuh tantangan dan jauh dari ekspektasi banyak pihak.
Menanggapi situasi tersebut, kepala tim asal Italia, Fred Vasseur, menegaskan bahwa kunci kebangkitan tim bukan terletak pada keluhan atas hasil buruk, melainkan pada cara seluruh organisasi bereaksi. Menurutnya, musim yang berat harus dijadikan bahan evaluasi menyeluruh, bukan sumber tekanan yang justru melemahkan tim.
“Musim ini memang berat,” ujar Vasseur kepada RacingNews365. “Itu bukan soal perasaan semata, tetapi bisa dilihat dari angka. Namun yang paling penting adalah bagaimana reaksi kami.”
Vasseur menjelaskan bahwa energi yang dicurahkan untuk memperbaiki keadaan menjadi elemen utama dalam proses pemulihan Ferrari. Ia menekankan pentingnya memahami setiap masalah secara detail, lalu menyelesaikannya satu per satu dengan pendekatan yang terukur.
“Hal terpenting adalah energi yang kita berikan untuk terus mendorong tim, memahami apa saja persoalan yang ada, lalu memperbaikinya secara bertahap,” jelasnya.
Sejak awal musim, Ferrari memang sudah mengalihkan fokus pengembangan ke mobil 2026, seiring penerapan regulasi teknis baru Formula 1. Keputusan tersebut membuat performa jangka pendek sedikit dikorbankan, namun dianggap penting demi membangun fondasi yang lebih kuat di era baru nanti.
Meski musim ini berjalan sulit, Vasseur tetap memberikan apresiasi kepada Lewis Hamilton. Ia menilai kontribusi pebalap asal Inggris itu tidak hanya terlihat dari hasil di lintasan, tetapi juga dari perannya dalam menjaga arah kerja tim.
“Kami tahu sejak awal musim bahwa tantangannya besar,” kata Vasseur. “Namun ketika kami mulai meraih podium secara beruntun menjelang akhir musim, itu adalah hasil kerja bersama.”
Ia menegaskan bahwa kebangkitan Ferrari merupakan upaya kolektif yang melibatkan seluruh elemen tim, mulai dari dua pebalap hingga sekitar 1.500 personel di pabrik Maranello.
“Ini bukan pekerjaan satu pebalap atau satu insinyur saja. Ini adalah kerja tim, dan Lewis jelas menjadi bagian penting dari reaksi positif tersebut,” tutup Vasseur.
Dengan pendekatan yang lebih tenang dan fokus pada perbaikan internal, Sang Kuda Jingkrak berharap dapat memulai musim 2026 dengan kesiapan yang lebih matang dan kembali menjadi penantang serius di Formula 1.
Artikel Tag: Ferrari, Charles Leclerc, Fred Vasseur, F1 2026, Lewis Hamilton
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/puasa-gelar-dan-kemenangan-ferrari-akhirnya-bicara-jujur

















Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini