Jelang Tes Sayap Belakang Mobil, Penasihat Red Bull Yakin Timnya Bisa Lolos

Penulis: Abdi Ardiansyah
Sabtu 15 Mei 2021, 16:15 WIB
Red Bull

Red Bull RB16B

Berita F1: Penasihat Red Bull Racing, Helmut Marko, mengaku optimistis mobil timnya, RB16B mampu lolos dari tes sayap belakang yang bakal digelar FIA dan Formula 1.

Desain sayap lentur yang dimiliki mobil Red Bull dinilai telah mencari celah dari regulasi F1 terkait aerodinamika. Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton, menyoroti rear wing mobil rival beratnya itu yang dinilai kurang kaku. Hal tersebut kemudian mendorong FIA untuk menggelar tes baru sebelum GP Prancis, 27 Juni mendatang.

“Red Bull sangat kencang di jalur lurus. Mereka melakukan itu dengan sayap fleksibel yang dipakai hari ini, dan mereka menang setidaknya 0,3 detik,” kata Hamilton.

Bagian belakang sayap mobil yang bermarkas di Milton Keynes tersebut ditengarai sengaja diturunkan agar mampu melaju lebih cepat di lintasan lurus dan kembali ke posisi semula saat masuk tikungan demi menciptakan downforce maksimal.

Oleh sebab itu, supaya tak menimbulkan salah paham, FIA kemudian membuka kesempatan tes. Apabila tim berjuluk Die Rotten Bullen terbukti bersalah, maka mereka harus mengubah desain sayap belakang mobil.

Penasihat Red Bull Racing, Helmut Marko, tak ingin banyak berkomentar tentang tudingan Hamilton dan rencana tes.

 “Toto Wolff membuat klaim ini kepada Lewis untuk mendongkrak suasana hatinya. Tapi kami tidak seperti itu. Kami berhasil dalam semua tes sebelumnya dan kami akan melakukan hal yang sama pada uji coba berikutnya,” ujar Marko kepada F1-Insider.com.

Menariknya, musim lalu, sayap mobil Mercedes dituding merentang terlalu banyak. Namun FIA tidak pernah melaksanakan tes baru untuk membuktikan tuduhan tersebut.

“Kami tidak punya sayap belakang fleksibel. Saya tidak tahu foto-foto apa yang mereka lihat, tapi kami tidak mencoba mendekati area abu-abu. Terutama jika menyangkut bagian fleksibel. Mungkin mereka perlu mencari ke tempat lain,” kata Wolff.

Selain itu terdapat tim lain juga menjadi obyek tes kelenturan sayap belakang, yakni Alpine.

Sebagai informasi, dalam tes, FIA akan memasang kamera di belakang mobil untuk melihat tingkah laku bagian tersebut saat melaju kencang.

Artikel Tag: Red Bull Racing, Mercedes, Christian Horner, Toto Wolff, Lewis Hamilton

431  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini