Flavio Briatore Tolak Pakar Bergengsi dalam Reorganisasi Alpine F1

Penulis: Juli Tampubolon
Sabtu 15 Agu 2026, 23:51 WIB - 100 views
Flavio Briatore Tolak Pakar Bergengsi dalam Reorganisasi Alpine F1 - sumber: (racingnews365)

Flavio Briatore Tolak Pakar Bergengsi dalam Reorganisasi Alpine F1 - sumber: (racingnews365)

Ligaolahraga.com -

Berita F1 kembali mengguncang dengan pernyataan Flavio Briatore yang menegaskan bahwa Alpine tidak akan merekrut sosok teknisi berprofil tinggi dalam upaya membangun kembali tim F1 mereka. Briatore, yang kembali ke F1 pada tahun 2024 sebagai penasihat eksekutif untuk bos Renault saat itu, Luca de Meo, menghadapi situasi tim yang penuh gejolak setelah kepergian CEO Laurent Rossi, kepala tim Otmar Szafnauer dan Bruno Famin, direktur olahraga Alan Permane, dan direktur teknis Matt Harman.

Setelah pengunduran diri Oliver Oakes pada tahun 2025, Briatore secara de facto menjadi kepala tim, dengan Steve Nielsen, mantan letnannya di Benetton, kini menjabat sebagai direktur pengelola operasi harian di Enstone. Bergabung dengan tim manajemen baru ini adalah mantan kepala Ferrari dan McLaren, David Sanchez, sebagai direktur teknis eksekutif, dan mantan anggota FIA, Jason Sommerville, sebagai wakil Sanchez. Dave Greenwood, mantan insinyur balap Ferrari untuk Kimi Raikkonen, kini berperan sebagai direktur balapan.

Pada tahun 2026, tim memutuskan untuk beralih dari mesin Renault ke pasokan mesin Mercedes, yang membawa peningkatan hasil signifikan. Kini, tim Alpine menduduki peringkat keenam dalam klasemen konstruktor pada jeda musim panas, hanya terpaut lima poin di belakang Racing Bulls yang berada di posisi kelima. Pemimpin tim, Pierre Gasly, berhasil meraih podium pertama Alpine di balapan kering sejak 2023 dengan menempati posisi ketiga di Monaco. Sementara itu, Franco Colapinto juga memberikan kontribusi penting dengan enam hasil finis di sepuluh besar, termasuk posisi keenam terbaiknya di Kanada.

Briatore menekankan bahwa timnya tidak akan merekrut sosok teknisi berprofil "monster tinggi", melainkan akan berfokus pada sejarah Enstone dalam menciptakan tokoh-tokoh teknis berkualitas. "Bagi kami, ini adalah masalah mengkonsolidasikan sisi teknis karena sekarang kami memiliki mesin, dan kami perlu meningkatkan kualitas teknologi di dalam tim," ungkap Briatore kepada media terpilih.

Saat tiba di Alpine, Briatore menghadapi situasi yang kurang menggembirakan dengan banyaknya personel yang pergi dan perubahan manajemen yang terlalu sering. "Sedikit demi sedikit, Anda perlu membangun kembali sisi teknis yang kuat dan konsistensi yang kuat untuk terus maju. Kami membutuhkan peningkatan besar di sisi teknis, tetapi kami juga perlu meningkatkan segalanya; Anda perlu meningkatkan segala aspek jika ingin menang," tambahnya.

Briatore menegaskan bahwa lebih dari sekadar mencari sosok berprofil tinggi, mereka membutuhkan orang yang tepat, karena profil yang tinggi tidak selalu baik. Dia menekankan bahwa hasil tidak selalu sejalan dengan profil tinggi, mengambil contoh dari Aston Martin yang memiliki profil teknis terbaik di dunia namun belum mencapai hasil yang diharapkan.

"Kami telah menciptakan sosok berprofil tinggi seperti Ross Brawn, Bob Bell, Pat Symonds, dan James Allison. Kami menemukan cara dengan bekerja bersama orang-orang muda dan struktur yang ada. Yang kami cari bukanlah profil tinggi, melainkan sekelompok orang yang bekerja bersama dan memberikan hasil," jelas Briatore. Dia menambahkan bahwa proses ini membutuhkan waktu, tetapi tidak selama 10 tahun; cukup dua atau tiga tahun saja, seperti yang dia lakukan saat pertama kali tiba di Benetton dan Renault.

Dengan langkah-langkah ini, Briatore yakin timnya akan menemukan arah yang tepat, meskipun prosesnya terasa menyakitkan di awal. Namun, sekarang mereka mulai melihat ke mana arah yang akan mereka tuju.

Artikel Tag: flavio briatore, alpine

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/flavio-briatore-tolak-pakar-bergengsi-dalam-reorganisasi-alpine-f1
100
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini