Ferrari Tegaskan Hubungan dengan Lewis Hamilton Tak Seburuk yang Terlihat

Lewis Hamilton
Berita F1: Ferrari akhirnya memberikan penjelasan terkait musim sulit Lewis Hamilton pada tahun pertamanya bersama tim. Kepala teknik lintasan Ferrari, Matteo Togninalli, menegaskan bahwa situasi yang dialami sang pebalap jauh lebih kompleks dibandingkan kesan negatif yang berkembang di luar paddock.
Hamilton bergabung dengan Ferrari pada awal musim lalu setelah menghabiskan 12 tahun bersama Mercedes. Dalam periode tersebut, pebalap asal Inggris itu meraih enam dari tujuh gelar juara dunia Formula 1 miliknya. Kedatangannya ke Maranello disambut antusias oleh seluruh elemen tim dan para tifosi, yang berharap era baru kejayaan Ferrari segera dimulai.
Namun kenyataan di lintasan tidak berjalan sesuai ekspektasi. Meski sempat meraih kemenangan pada balapan sprint di China, Hamilton gagal naik podium grand prix sepanjang musim, sebuah catatan yang belum pernah terjadi dalam 19 musim kariernya di Formula 1. Situasi semakin rumit ketika Ferrari memutuskan menghentikan pengembangan aerodinamika mobil SF 25 pada akhir April, keputusan yang memicu frustrasi di kubu pebalap dan tim.
Menurut Togninalli, konteks menjadi faktor penting untuk memahami situasi tersebut. “Pergantian tim bagi seorang pebalap, apalagi untuk sosok seperti Lewis yang menghabiskan 12 tahun di satu tim, adalah proses yang sangat sulit bagi kedua belah pihak,” ujar Togninalli kepada media.
Ia menambahkan bahwa setiap tim memiliki cara kerja berbeda, mulai dari struktur, kebiasaan, hingga komunikasi internal. Hal itu membuat proses adaptasi membutuhkan waktu lebih panjang. “Lewis terbiasa bekerja dengan orang yang sama dan sistem yang sama selama bertahun tahun. Ketika target juara dunia tidak tercapai, wajar jika muncul frustrasi,” katanya.
Togninalli menilai persepsi publik kerap membesar-besarkan situasi internal Ferrari. “Apa yang terlihat dari luar jauh lebih buruk dibanding kondisi sebenarnya. Hubungan kami dengan Lewis sangat positif dan terus berkembang,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa dalam waktu kurang dari satu musim, Ferrari dan Lewis Hamilton telah membangun ikatan kerja yang kuat. Menurutnya, gambaran negatif lebih dipengaruhi oleh hasil di lintasan, bukan oleh keretakan hubungan internal. “Frustrasi dan hasil balapan menciptakan citra yang tidak sepenuhnya akurat,” lanjut Togninalli.
Memasuki musim baru, Ferrari optimistis situasi akan membaik. Perubahan regulasi yang mengakhiri era mobil ground effect diyakini akan lebih sesuai dengan gaya mengemudi Hamilton. “Saya yakin hubungan ini akan semakin kuat. Hasil adalah kunci, beri dia mobil yang kompetitif dan hasil akan datang,” tutup Togninalli.
Artikel Tag: Lewis Hamilton, Ferrari, F1 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/ferrari-tegaskan-hubungan-dengan-lewis-hamilton-tak-seburuk-yang-terlihat






Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini