Bos Racing Bulls Akui Liam Lawson Punya Bakat Istimewa

Prinsipal Racing Bulls, Alan Permane, dan Liam Lawson
Berita F1: Formula 1 2025 menjadi periode penuh ujian bagi Liam Lawson. Pebalap berusia 23 tahun tersebut mengawali kampanye dengan situasi yang tidak ideal setelah harus menerima degradasi dari Red Bull hanya dua seri setelah promosi, akibat kesulitan beradaptasi dengan karakter RB21. Kondisi ini membuat Lawson kembali ke Racing Bulls dalam situasi yang jauh dari menguntungkan.
Promosi ke tim utama Red Bull seharusnya memberi Lawson keuntungan berupa persiapan penuh selama pramusim. Namun pertukaran posisi lebih awal dengan Yuki Tsunoda membuatnya kehilangan waktu penting untuk pengujian dan proses menyatu dengan tim. Alhasil, Lawson memulai musim dengan ketertinggalan signifikan dibanding rekan setim barunya, Isack Hadjar.
Butuh beberapa seri bagi Lawson untuk menemukan ritme. Titik balik mulai terlihat di Grand Prix Monako, ketika performanya mulai sejajar dengan Hadjar. Sejak balapan tersebut, konsistensinya meningkat tajam. Dalam 16 seri terakhir musim ini, Lawson hanya kalah dua poin dari Hadjar, catatan yang dianggap impresif mengingat awal musimnya yang kacau.
Team principal Racing Bulls, Alan Permane, menilai Lawson memiliki kualitas istimewa. Ia menyebut, “Saya benar benar melihat ada sisi jenius dalam dirinya,” sembari menyoroti beberapa penampilan kuat Lawson sepanjang musim. Menurut Permane, tantangan utama tim adalah memahami faktor apa yang membuat Lawson tampil sangat kompetitif di balapan tertentu dan menerapkannya secara konsisten sepanjang musim.
Permane juga mengungkap bahwa peningkatan performa Lawson bukan kebetulan. Pebalap tersebut bersama race engineer bekerja intensif di simulator, mengeksplorasi berbagai pengaturan suspensi depan dan geometri kemudi. Setelan yang ditemukan sejak Monako kemudian diterapkan secara berkelanjutan hingga Grand Prix Austria, di mana Lawson merasa jauh lebih nyaman dengan mobilnya.
Meski Lawson sempat meremehkan Austria sebagai titik balik, Permane menilai momen tersebut krusial. Ia mengatakan, “Itu adalah perubahan besar, karena arah pengembangan datang dari Liam sendiri, dan membuatnya jauh lebih percaya diri dengan mobil.”
Liam Lawson juga menunjukkan kapasitasnya di kondisi sulit, termasuk saat kualifikasi basah di Baku dan Las Vegas. Puncaknya terjadi di Azerbaijan, ketika ia start ketiga dan finis kelima, hasil terbaiknya sejauh ini di Formula 1. Walau sempat mengalami akhir pekan buruk di Singapura, Racing Bulls menilai potensi Lawson tetap sangat besar.
“Liam adalah talenta luar biasa,” ujar Permane. Ia menegaskan bahwa meski masih ada aspek yang perlu diperbaiki, Lawson memiliki fondasi kuat untuk bertahan dan berkembang di Formula 1.
Artikel Tag: Liam Lawson, Alan Permane, Racing Bulls, F1 2025, F1 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/bos-racing-bulls-akui-liam-lawson-punya-bakat-istimewa

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini