Selandia Baru Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino Jelang Pemilihan FIFA

Sabtu 15 Agu 2026, 02:00 WIB - 129 views
Selandia Baru menarik dukungan untuk Gianni Infantino

Selandia Baru menarik dukungan untuk Gianni Infantino. (Foto: Leonardo Fernández - FIFA/FIFA via Getty Images)

Ligaolahraga.com -

Berita Sepak Bola: Selandia Baru menarik dukungannya terhadap Gianni Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA tahun depan. Keputusan tersebut diambil setelah muncul kontroversi terkait rencana investasi swasta yang telah dibatalkan, sekaligus meningkatkan tekanan terhadap Infantino yang menghadapi penolakan dari sejumlah konfederasi sepak bola dunia.

Gianni Infantino berencana mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat pada Kongres FIFA tahun depan. Namun, posisinya menghadapi tantangan setelah UEFA, AFC, dan CONCACAF mempertanyakan kepemimpinannya serta menyerukan peninjauan independen terhadap rencana membawa investasi swasta ke kompetisi FIFA.

Federasi Selandia Baru menjadi pihak yang mengambil sikap lebih tegas. Negara tersebut merupakan satu-satunya anggota Konfederasi Sepak Bola Oseania (OFC) yang lolos ke Piala Dunia tahun ini. Mereka menyatakan telah mencabut dukungan kepada Gianni Infantino karena hilangnya kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA.

"Kami menyerukan peninjauan independen secara khusus karena kami tidak ingin melihat semacam penyelesaian internal yang dilakukan secara cepat," kata CEO New Zealand Football (NZF) Andrew Pragnell kepada Reuters.

Pragnell menilai peninjauan independen dibutuhkan untuk mengembalikan kepercayaan terhadap FIFA. Menurutnya, mekanisme tersebut juga telah disuarakan oleh konfederasi lain sehingga proses pemeriksaan dapat dilakukan secara lebih kredibel dan tidak hanya menjadi evaluasi internal organisasi.

Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Oseania mengambil sikap yang lebih hati-hati. OFC menyambut keputusan FIFA membatalkan proposal tersebut dan mengakui adanya perkembangan sepak bola di kawasan Oseania selama satu dekade terakhir di bawah kepemimpinan FIFA.

"OFC mengakui kemajuan yang telah dicapai selama satu dekade terakhir dalam mengembangkan sepak bola di Oceania di bawah kepemimpinan FIFA dan mendorong FIFA menggunakan peninjauan ini sebagai kesempatan untuk mengidentifikasi serta menerapkan perubahan yang diperlukan," demikian pernyataan OFC.

Proposal yang memicu kontroversi tersebut sebelumnya mencakup rencana memisahkan hak komersial Piala Dunia dan menjual 20 persen kepada investor swasta. Langkah itu diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 4,2 miliar dolar AS. Proposal tersebut juga menjanjikan dana 20 juta dolar AS kepada setiap asosiasi anggota untuk siklus pendanaan berikutnya.

FIFA kemudian membatalkan rencana tersebut setelah mendapatkan tekanan luas. Dalam pertemuan krisis di Maroko pekan lalu, FIFA meminta maaf kepada 211 asosiasi anggota atas kesalahan dalam menangani proposal tersebut. Namun, organisasi itu tetap menyatakan bahwa kepemimpinan Infantino memperoleh dukungan penuh.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa Infantino masih memiliki banyak pendukung meski menghadapi perlawanan dari tiga konfederasi besar yang mewakili 136 dari 211 anggota FIFA. Konfederasi Sepak Bola Afrika juga telah menegaskan dukungannya, meski keputusan tersebut belum menjamin seluruh 54 anggota akan memberikan suara secara blok.

Sehari sebelumnya, enam asosiasi sepak bola Arab, termasuk Qatar dan Maroko, juga menyatakan dukungan penuh kepada Infantino. Mereka memuji upayanya mengembangkan sepak bola secara global. Dukungan tersebut memperlihatkan bahwa posisi Infantino masih cukup kuat meski kritik terhadap kepemimpinannya semakin terbuka.

Pragnell menegaskan peninjauan terhadap proposal FIFA Forward Enterprise harus mengungkap bagaimana proses pengambilan keputusan dan pengawasan berlangsung di FIFA. Ia juga menilai seluruh konfederasi harus menyepakati ruang lingkup peninjauan tersebut agar prosesnya dapat segera dimulai dan menghasilkan perubahan yang benar-benar diperlukan.

"Yang paling penting adalah semua konfederasi harus menyepakati ruang lingkupnya, dan proses tersebut harus dimulai dengan segera," ujar Pragnell.

Australia, yang merupakan anggota AFC, juga telah menyerukan peninjauan independen bersama konfederasi Asia. Namun, Australia belum secara terbuka menyatakan sikap mengenai masa depan Infantino sebagai Presiden FIFA. Pragnell mengatakan posisi Selandia Baru sejalan dengan sikap Australia dalam menuntut evaluasi independen.

Dengan pemilihan Presiden FIFA yang semakin dekat, dukungan terhadap Gianni Infantino kini menjadi salah satu isu utama dalam pertarungan politik sepak bola dunia. Infantino masih memiliki sejumlah sekutu kuat, tetapi pencabutan dukungan Selandia Baru menambah tekanan agar kontroversi tata kelola dan rencana investasi tersebut mendapatkan pemeriksaan independen.

Artikel Tag: fifa, selandia baru, gianni infantino

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/selandia-baru-cabut-dukungan-untuk-gianni-infantino-jelang-pemilihan-fifa
129
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini