Roberto Lopes Bangga Simpan Jersey Debut Piala Dunia

Roberto Lopes urungkan tukar jersey usai Tanjung Verde tahan Spanyol. (Foto: Ulrik Pedersen/NurPhoto via Getty Images)
Berita Piala Dunia: Bek Tanjung Verde, Roberto Lopes, mengaku senang tidak jadi menukar jersey seusai pertandingan melawan Spanyol pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026. Pemain berusia 33 tahun itu tampil solid di jantung pertahanan saat timnya mencatat hasil mengejutkan dengan menahan juara Eropa tersebut tanpa gol di Stadion Atlanta, Senin (15/6/2026).
Hasil imbang tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar pada putaran pertama fase grup. Tanjung Verde yang menjalani debut di Piala Dunia mampu meredam serangan Spanyol sepanjang pertandingan. Organisasi pertahanan yang disiplin membuat lawan kesulitan menciptakan peluang bersih, sementara penjaga gawang Vozinha tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting.
Roberto Lopes mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya telah berencana melanggar kebiasaan lamanya yang tidak pernah mencari lawan untuk bertukar jersey setelah pertandingan. Ia merasa tampil di Piala Dunia merupakan momen spesial yang mungkin hanya datang sekali dalam karier sehingga sempat terpikir untuk membawa pulang kenang-kenangan dari salah satu pemain Spanyol.
"Sebelum turnamen ini saya sempat berkata kepada diri sendiri bahwa mungkin kali ini saya akan melanggar aturan pribadi itu. Saya mencoba mendapatkan jersey Mikel Oyarzabal, tetapi bek yang menjadi pasangan saya di lini belakang lebih dulu mendapatkannya. Setelah itu saya berpikir mungkin memang bukan takdirnya," ujar Lopes.
Bek kelahiran Irlandia tersebut kemudian menyadari bahwa jersey yang ia kenakan saat menghadapi Spanyol justru memiliki nilai yang jauh lebih istimewa. Menurutnya, seragam yang digunakan dalam pertandingan pertama Tanjung Verde di Piala Dunia layak disimpan sebagai bagian penting dari sejarah pribadi maupun sejarah sepak bola negaranya.
"Jersey Tanjung Verde itu adalah jersey pertama saya di Piala Dunia. Jersey itu akan saya bawa pulang dan simpan. Setelah dipikir-pikir, saya justru senang tidak menukarnya dengan siapa pun," kata Lopes sambil menjelaskan alasan di balik keputusannya tersebut.
Lopes juga memberikan pujian besar kepada rekan setimnya, terutama penjaga gawang Vozinha yang menjadi salah satu aktor utama di balik keberhasilan meraih satu poin. Ia mengakui sejak awal timnya sadar akan lebih banyak bertahan karena menghadapi salah satu kandidat juara, tetapi mereka berhasil menjalankan rencana pertandingan dengan sangat baik.
"Kami tahu mereka akan lebih banyak menguasai bola dan kami harus bertahan dengan disiplin. Untungnya Vozinha tampil luar biasa. Di usia 40 tahun, dia masih mampu menunjukkan performa seperti itu dan layak mendapatkan semua pujian," ujar Lopes.
Momen bersejarah tersebut semakin spesial karena sejumlah anggota keluarganya dari Irlandia hadir langsung di stadion. Namun, jadwal ketat selama Piala Dunia membuat Roberto Lopes tidak sempat bertemu mereka setelah pertandingan. Ia hanya bisa melambaikan tangan dari kejauhan sebelum tim segera bertolak meninggalkan lokasi pertandingan.
Menurut Lopes, besarnya pencapaian Tanjung Verde baru benar-benar terasa ketika ia berada di dalam pesawat menuju markas tim. Saat itu ia mulai merenungkan hasil yang baru saja diraih melawan salah satu tim terbaik dunia. Baginya, hasil tersebut menjadi bukti bahwa Tanjung Verde pantas berada di panggung terbesar sepak bola internasional.
Tanjung Verde akan menghadapi Uruguay di Stadion Miami pada Senin (22/6/2026) pagi WIB sebelum menutup fase grup melawan Arab Saudi di Stadion Houston pada Sabtu (27/6/2026) pagi WIB.
Artikel Tag: piala dunia 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/roberto-lopes-bangga-simpan-jersey-debut-piala-dunia

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini