Robert Tidak Tertarik Terjun ke Dunia Bisnis, Pilih Fokus Jadi Pelatih

Penulis: M. Aldi
Kamis 17 Sep 2020, 02:30 WIB
Robert Rene Alberts ketika memimpin latihan Persib

Robert Rene Alberts

Berita Liga 1 Indonesia : Robert Rene Alberts menyebut dia tidak tertarik untuk berwirausaha. Padahal di skuat Persib, ada banyak anak asuhnya yang menjalankan roda bisnis untuk mencari pemasukan di luar sepakbola.

Sang pelatih menegaskan dia lebih tertarik untuk berpikir bagaimana menjalankan tugas sebagai pelatih. Baginya untuk saat ini adalah fokusnya tercurah untuk memberikan prestasi bagi Maung Bandung yang dinahkodainya.

"Tidak. Saya tidak punya niatan untuk berbisnis saat ini. Hanya fokus terhadap sepakbola saja. Karena lebih penting untuk berkonsentrasi terhadap sepakbola dan terhadap hasil pertandingan," kata Robert saat diwawancara.

Bahkan untuk membuka bisnis di dalam lingkup sepakbola pun dia menolak. Padahal memungkinkan baginya membuat sekolah sepakbola yang berpotensi mendatangkan profit. Namun juru racik taktik asal Belanda ini masih fokus sebagai pelatih.

Baginya yang kini ada di benaknya hanyalah membantu Persib menjadi juara. Bukan hanya sampai situ, dirinya berambisi membentuk tim yang bisa konstan setiap musim menjadi salah satu kandidat juara.

"Tidak. Pekerjaan saya hanyalah berkonsentrasi penuh untuk Persib Bandung, untuk mengantarkan hasil terbaik. Saya tak bisa memikirkan hal lain, karena saya berkonsentrasi penuh untuk Persib Bandung untuk menjadi juara. Bukan hanya satu kali menjadi juara tapi menjadi tim yang secara konsisten menjadi penantang juara," ujarnya.

Tidak ada waktu baginya untuk mengembangkan usaha di luar agenda tim. Itu berbeda dengan pemain yang menurutnya ada banyak luang guna berwirausaha. Kesibukan pemain hanyalah berlatih, bertanding dan melakukan recovery.

"Jika sudah mulai terjun untuk membuka bisnis, saya sebagai pelatih tidak ada waktu. Kalau pemain berbeda, mereka hanya datang untuk berlatih. Pemain ada banyak waktu luang selain mempersiapkan diri untuk berlatih dan tak perlu memikirkan hal lain," terang dia.

Tapi untuk pelatih, Robert selalu menghabiskan waktu untuk berpikir soal kinerja tim. Bagaimana dia merancang program agar Maung Bandung makin disegani. Sedangkan pemain dirasa lebih pantas untuk berbisnis sebagai persiapan mereka saat sudah gantung sepatu nanti.

"Jadi untuk mulai berbisnis itu positif untuk karir setelah menjadi pesepakbola. Sedangkan untuk pelatih, waktu 24 jam dihabiskan dengan tugas sebagai pelatih di kepala jadi tak ada waktu untuk hal lain," tutup pria 65 tahun ini.

Artikel Tag: Persib, Bisnis, robert rene alberts

377  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini