Kritik Pervis Estupinan dan Loftus-Cheek, Mazzara: Menyesal Tidak Dijual!

Pervis Estupinan
Berita Liga Italia: Jurnalis Italia, Pietro Mazzara merilis kolom mingguannya untuk MilanNews, dengan menyoroti performa Pervis Estupinan dan Ruben Loftus-Cheek di AC Milan.
Di awal musim bersama pelatih baru, Pervis Estupinan dan Ruben Loftus-Cheek sama-sama diberi kesempatan tampil dalam skema 3-4-2-1, namun keduanya belum mampu membalas kepercayaan Ruben Amorim.
Estupinan tampil buruk saat Milan bermain imbang 2-2 melawan Lazio akhir pekan lalu, termasuk melakukan kesalahan bertahan yang berujung gol. Loftus-Cheek pun dinilai minim kontribusi di lini serang.
Dalam kolom mingguannya untuk MilanNews, Jurnalis Italia, Pietro Mazzara menilai AC Milan berpotensi menyesal tidak melepas dua pemain pada bursa transfer musim panas kemarin, dan menegaskan jika sang pemain merupakan masalah bagi tim.
"Karena Pervis Estupinan adalah masalah. Floriani Mussolini dan Cancellieri membuatnya kebingungan, ia ditembus dengan sangat mudah, padahal kami tidak sedang membicarakan pemain kelas atas.” tulis Mazzara.
“Secara bertahan, ia terus-menerus kehilangan bacaan permainan, menimbulkan banyak masalah bagi lini pertahanan tim Amorim."
Lebih lanjut lagi, Mazzara juga menyoroti gol pertama Lazio sebagai bukti nyata bahwa Estupinan seharusnya sudah dijual musim panas lalu, bukan malah dipertahankan dan dimasukkan ke sistem yang tidak sesuai dengannya.
Terkait Loftus-Cheek, sang jurnalis secara tegas menyebut pemain asal Inggris itu terlalu banyak membuang kesempatan yang diberikan pelatih usai sebelumnya ditegur langsung dalam konferensi pers soal minimnya daya gedor yang ia miliki.
Hal inilah yang membuat pihak klub berpotensi menyesal karena tidak menjual kedua pemain tersebut di musim panas kemarin.
Artikel Tag: ac milan, ruben loftus-cheek, pervis estupinan
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/kritik-pervis-estupinan-dan-loftus-cheek-mazzara-menyesal-tidak-dijual
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini