Guardiola pelatih jenius nan inovatif?

independent.co.uk
Ligaolahraga - Ketika masih aktif menjadi pemain profesional, Guardiola dengan cepat memperlihatkan tanda-tanda kepemimpinan dan seseorang yang memiliki visi dalam bermain sehingga Guardiola yang masih berusia 20 tahun kala itu telah mendapatkan kepercayaan besar dari Johan Cruyff dengan menjadikannya sebagai pemain "Starting Eleven".
Setiap orang pastinya punya pandangan yang berbeda dengan sosok pelatih Pep Guardiola yang akan memulai kiprahnya di klub kaya raya asal Inggris, Manchester City pada musim panas nanti.
Publik sepakbola menganggap pria Spanyol berkepala plontos ini merupakan pria jenius, pahlawan, jago taktik dan juga seorang pelatih inovatif. Guardiola adalah pelatih yang bagus dan telah terbukti berhasil memberikan beberapa gelar kepada Barcelona dan Bayern Muenchen.
Ketika masih aktif menjadi pemain profesional, Guardiola dengan cepat memperlihatkan tanda-tanda kepemimpinan dan seseorang yang memiliki visi dalam bermain sehingga Guardiola yang masih berusia 20 tahun kala itu telah mendapatkan kepercayaan besar dari Johan Cruyff dengan menjadikannya sebagai pemain inti klub Barcelona yang saat itu dilatih Cruyff.
Guardiola dengan cepat pula menjelma menjadi pemain sentral di skuad legenda sepakbola Belanda itu di awal decade 90-an. Klub Katalan saat itu menjadi sebuah ‘Dream Team’ yang juga di isi oleh nama-nama beken seperti Ronald Koeman, Michael Laudrup, Romario Faria, dan Hristo Stoichkov.
Di masa itulah Barcelona untuk kali pertama merasakan gelar juara (Piala) Champions Eropa, setelah berhasil menekuk wakil Italia, Sampdoria di partai final.
Guardiola mengakhiri karir bermainnya pada 2006 saat dia berusia 35 tahun. Dia langsung diberikan kepercayaan oleh Barcelona untuk menangani tim B.
Sukses sebagai pelatih tim B, pada 2008 Guardiola diangkat menjadi pelatih tim senior menggantikan Frank Rijkaard. Setelah itu karirnya sebagai pelatih langsung berkibar seiring dengan kesuksesan Barcelona merengkuh banyak gelar sejak ditanganinya.
Bersama Barcelona, Guardiola dianggap sebagai seorang pelatih inovatif. Hal ini juga berlanjut di Bayern Muenchen yang dilatihnya sejak 2013 lalu.
Inovasi dalam skema permainan, rotasi tim selalu terjadi di setiap minggu setiap kali klub Bavaria itu menjalani laga demi laga di Bundesliga.
Publik tidak akan tahu formasi seperti apa yang akan diterapkannya dalam setiap pertandingan apakah Bayern akan bermain dengan formasi 3-4-3, 4-2-3-1, 4-2-2-2, 4-1-4-1, 4-1-2-1-2 atau pun dengan formasi 2-3-5. Setiap pemain pun merasa nyaman mengikutinya.
Guardiola seringkali dikaitkan dengan gaya sepakbola inovatif ala tiki-taka yang sebetulnya merupakan bentuk inovasi dari gaya total football tim oranye, Belanda.
Barcelona sudah sangat familiar dengan total football karena dari Rinus Michels, sang penemu total football, Johan Cruyff, Louis van Gaal dan Frank Rijkaard pernah didaulat untuk melatih Barcelona.
Namun Barcelona di era Xavi Hernandes, Andreas Iniesta dan Leonel Messi, gaya tersebut menjadi kian berkembang dan public menyebutnya dengan gaya tiki-taka. Karena Guardiola yang menjadi pelatih, maka tiki-taka merupakan inovasi yang dilakukan oleh Guardiola.
Bermain dengan penguasaan umpan dari kaki-ke-kaki sehingga tim mampu menguasai dan mendominasi permainan sekaligus menciptakan lebih banyak peluang mencetak gol. Gaya tiki-taka juga bisa digunakan sebagai cara bertahan karena setiap pemain akan berjuang merebut bola demi penguasaan bola secara keseluruhan dan memungkinkan umpan dari kaki-ke-kaki tadi terus berjalan.
Pemain bertahan bisa ditarik ke depan bermain di area lapangan pihak lawan, sehingga memungkinkannya bermain ke tengah dan membantu penguasan bola di lapangan tengah yang merupakan wilayah jantung permainan.
Meskipun hal ini terdengar tidak ideal bagi para pemain belakang umumnya, tapi Guardiola berhasil menerapkannya di Bayern. David Alaba dan Philipp Lahm menjelma menjadi kekuatan di dua lini sekaligus, lini belakang dan di lapangan tengah Bayern Muenchen.
Artikel Tag: manchester city, barcelona, pep guardiola, bayern muenchen, tiki - taka
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/guardiola-pelatih-jenius-nan-inovatif
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini