Carlos Queiroz Tantang Inggris Jelang Duel Krusial Grup L

Carlos Queiroz yakin Ghana punya kekuatan untuk imbangi Inggris. (Foto: Martin Rickett/PA Images via Getty Images)
Berita Piala Dunia: Pelatih Ghana, Carlos Queiroz, mengirim pesan penuh percaya diri menjelang pertandingan melawan Inggris pada Rabu (24/6/2026) dini hari WIB di Grup L Piala Dunia 2026. Meski Inggris datang sebagai salah satu favorit turnamen, Queiroz menegaskan Ghana memiliki keyakinan dan dukungan jutaan rakyat yang siap menjadi kekuatan tambahan dalam laga penting di Boston Stadium.
Dalam konferensi pers sehari sebelum pertandingan, Carlos Queiroz tampil santai dan penuh optimisme. Pelatih berusia 73 tahun itu mengakui kualitas yang dimiliki Inggris, tetapi menolak menganggap timnya berada dalam posisi inferior meskipun berhadapan dengan salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.
"Kami tahu bagaimana Inggris bermain. Mereka memiliki pemain-pemain hebat, pengalaman dari Premier League, dan intensitas yang tinggi. Namun kami juga tahu bagaimana cara mengendalikan hal itu. Mereka memiliki tiga singa, tetapi kami memiliki 33 juta singa," ujar Queiroz, merujuk kepada seluruh rakyat Ghana.
Queiroz menilai pertandingan seperti ini merupakan alasan mengapa dirinya masih terus berada di dunia sepak bola. Baginya, menghadapi pemain-pemain terbaik dunia dalam atmosfer Piala Dunia adalah kesempatan yang selalu diimpikan oleh setiap pelatih dan pemain sepanjang karier mereka.
"Kami memiliki pertandingan besar di depan kami. Inilah yang kami cari sepanjang hidup, berada di lingkungan yang tepat, pada waktu yang tepat, dan menghadapi pemain-pemain terbaik di dunia," kata Queiroz.
Situasi Grup L membuat pertandingan ini memiliki arti yang sangat besar. Ghana dan Inggris sama-sama mengoleksi tiga poin setelah pertandingan pertama. Inggris mengalahkan Kroasia 4-2, sementara Ghana meraih kemenangan dramatis 1-0 atas Panama berkat gol Caleb Yirenkyi pada menit ke-95.
Queiroz menegaskan target Ghana sangat sederhana. Menurutnya, seluruh fokus tim tertuju pada upaya meraih poin yang dibutuhkan untuk memastikan langkah ke babak berikutnya tanpa perlu memikirkan berbagai faktor lain di luar lapangan. "Ini sangat sederhana. Kami berada di kompetisi ini untuk mendapatkan poin. Kami membutuhkan poin untuk lolos dan itulah hal terpenting bagi kami," ujar Queiroz.
Pertandingan nanti akan menjadi pertemuan kompetitif pertama antara Ghana dan Inggris. Satu-satunya pertemuan sebelumnya terjadi dalam laga persahabatan di Wembley pada 2011 yang berakhir imbang 1-1 setelah Asamoah Gyan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90.
Ketika ditanya mengenai kekalahan 6-2 yang pernah dialaminya bersama Iran saat menghadapi Inggris di Piala Dunia 2022, Carlos Queiroz memilih menanggapinya dengan santai. Ia menilai pengalaman empat tahun lalu sudah tidak relevan untuk dijadikan ukuran pertandingan saat ini.
"Dalam sepak bola, empat tahun itu seperti satu abad. Saya bahkan hampir tidak mengingatnya. Dalam sepak bola kami tidak pernah kalah. Kami menang atau kami belajar. Dan kami belajar beberapa hal pada hari itu," kata Queiroz sambil tersenyum.
Pelatih asal Portugal tersebut juga mengingatkan bahwa reputasi dan sejarah tidak akan menentukan hasil pertandingan. Menurutnya, pertandingan hanya akan ditentukan oleh apa yang terjadi selama 90 menit di lapangan, bukan oleh catatan masa lalu atau status favorit yang dimiliki sebuah tim.
"Reputasi dan prestise dari hasil-hasil masa lalu memang terlihat bagus di media, tetapi itu tidak memenangkan pertandingan. Kenangan tidak memenangkan pertandingan, jadi besok akan menjadi cerita yang berbeda," ujar Queiroz.
Meski mengakui kualitas Inggris, Queiroz melihat sejumlah celah yang bisa dimanfaatkan. Ia menilai tim asuhan Thomas Tuchel masih menunjukkan beberapa kelemahan ketika mengalahkan Kroasia dan percaya Ghana memiliki kemampuan untuk memberikan masalah kepada lawannya.
"Ini adalah jenis pertandingan yang paling mudah untuk memotivasi pemain. Saat menghadapi Inggris, Prancis, atau Jerman, Anda tidak perlu mengatakan banyak hal kepada mereka. Yang terpenting adalah kami tetap bersama, berjuang bersama selama 90 menit penuh, dan bermain dengan intensitas maksimal," kata Queiroz.
Kabar baik bagi Ghana adalah Thomas Partey diperkirakan kembali ke susunan pemain setelah absen saat melawan Panama. Gelandang Arsenal tersebut sudah berlatih penuh sejak tim kembali ke Amerika Serikat dan berpeluang besar menjadi starter dalam laga penting ini.
Sementara itu, Queiroz masih menunggu perkembangan kondisi kiper Lawrence Ati-Zigi yang mengalami cedera pangkal paha saat menghadapi Panama. Keputusan akhir mengenai kesiapannya akan diambil setelah sesi latihan terakhir, dengan Benjamin Asare siap menggantikan apabila diperlukan.
Menutup konferensi pers, Carlos Queiroz menjanjikan pertandingan yang akan dikenang para penonton. Ia menegaskan Ghana datang bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk bertarung, menikmati permainan, dan memberikan hiburan terbaik di panggung Piala Dunia 2026.
"Percayalah kepada saya, akan ada hiburan besar di lapangan. Kami berada dalam industri hiburan. Kami akan bertarung, bermain, dan menikmatinya. Saya menjamin pertandingan ini akan tetap berada dalam ingatan dan hati banyak orang setelah berakhir," ujar Queiroz.
Artikel Tag: inggris, piala dunia, ghana, piala dunia 2026, carlos queiroz
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/carlos-queiroz-tantang-inggris-jelang-duel-krusial-grup-l

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini