Berita TSC 2016: Rumput GBLA Rusak, Persib Terus Jadi Tim Musafir

Penulis: M. Aldi
Selasa 04 Okt 2016, 21:06 WIB
Berita TSC 2016: Rumput GBLA Rusak, Persib Terus Jadi Tim Musafir

Djanur ketika diwawancara di Mes Persib

Liga Olahraga - Berita TSC 2016: Upacara penutupan PON XIX sudah rampung, grass cover untuk stadion Gelora Bandung Lautan Api pun sudah dibuka. Hasilnya rumput lapangan pun mati dan untuk membuat permukaan normal lagi, butuh waktu paling cepat tiga bulan.

Persib Bandung dipastikan tidak bisa menggunakan stadion megah itu di sisa pertandingan TSC 2016 karena rumput GBLA akan direhabilitasi. Itu artinya Maung Bandung harus terus menjadi tim musafir hingga turnamen usai. Meski begitu juru taktik Persib, Djadjang Nurdjaman sudah menerka bahwa kondisi ini akan menimpa tim saat rencana pembukaan dan juga penutupan PON dilakukan di GBLA.


Menurutnya rumput yang tak disinari matahari pasti akan mati, sedangkan untuk kepentingan PON, lapangan ditutup selama sebulan. Djanur pun sudah memberi tahu itu kepada pihak pengelola GBLA, Gatot Prasetyo yang juga eks kiper Persib. Namun satu keputusan sudah diambil dan kini permukaan lapangan GBLA bagaikan menjelma menjadi tumpukan jerami.


"Ya itu, sebetulnya sudah saya prediksi dan bicara dengan Gatot dan sudah tahu akan seperti itu jadi tidak kaget," ungkap Djanur kepada wartawan di Mes Persib.


Persib pun kini tidak bisa menjamu lawan di GBLA hingga kondisi rumput kembali normal. Maung Bandung pun harus mengungsi ke Stadion Wibawa Mukti atau Pakansari dalam 8 laga kandang sisa. Menurutnya memang tidak ada masalah karena atmosfir stadion tetap terjaga lantaran selalu tetap dipenuhi oleh bobotoh.


"Kalau yang namanya partai home kelihatannya tidak terlalu masalah buat pemain," ungkapnya.


Namun ada satu kerugian karena Persib pun harus pergi jauh untuk mencapai Bogor atau Bekasi meski bertindak sebagai tuan rumah. Djanur menilai situasi itu cukup berpengaruh pada fisik anak asuhnya dan program latihan miliknya. Terutama ketika tim baru memainkan laga tandang dan tidak banyak waktu dihabiskan di Bandung karena sudah harus pergi lagi.


"Sebetulnya itu cukup melelahkan, secara hitung-hitungan kebugaran main disini (Bandung) pasti lebih menguntungkan. Perjalanan itu kan menguntungkan, mental juga," tutut Djanur.


Djanur pun mau tidak mau harus tetap berbesar hati timnya mesti pergi keluar ketika menjamu lawannya. Memang ada opsi menggunakan Stadion Jalak Harupat, namun ada gesekan antara manajemen Persib dan pihak yang berwenang di kawasan Kabupaten Bandung sehingga kecil kemungkinan bisa bermain disana.


"Mau gimana lagi karena kan ga bisa digunakan. Pilihannya kan sekarang tinggal luar Bandung atau Jalak, tapi kan tahu sendiri gimana," ujar Djanur.

Artikel Tag: Persib, Bandung, Djadjang Nurdjaman, djanur, Stadion GBLA

2273  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini