Pensiunnya Cathy Engelbert Sebagai Komisaris Buka Tantangan Baru bagi WNBA

WNBA dinilai berada dalam kondisi yang jauh lebih kuat dibandingkan ketika Cathy Engelbert mulai menjabat. (Foto: AP)
Pensiunnya Cathy Engelbert sebagai komisioner WNBA pada akhir 2026 akan menandai dimulainya era baru bagi liga yang mengalami pertumbuhan pesat selama tujuh tahun kepemimpinannya.
Penggantinya tidak hanya mewarisi bisnis yang jauh lebih besar, tetapi juga hubungan yang perlu diperbaiki dengan para pemain.
Cathy Engelbert mengambil alih kepemimpinan WNBA pada 2019 setelah sebelumnya menjabat sebagai CEO Deloitte.
Pada masa kepemimpinannya, liga berkembang dari 12 tim menjadi 15 tim dan akan mencapai 18 tim pada 2030.
Nilai waralaba juga meningkat tajam, sementara kesepakatan hak media baru membuat nilai hak siar WNBA mencapai 3,1 miliar dolar AS.
Dua perjanjian kerja bersama juga berhasil dicapai selama masa jabatan Engelbert. Kesepakatan terbaru pada 2026 memperkenalkan gaji pemain hingga 1 juta dolar AS serta sistem pembagian pendapatan yang lebih komprehensif.
Pertumbuhan bisnis tersebut menjadi bagian utama dari warisan Engelbert. Namun, hubungan dengan pemain menjadi persoalan yang membayangi masa akhir kepemimpinannya.
Kritik paling keras datang dari bintang Minnesota Lynx, Napheesa Collier, yang pada September 2025 menyebut kepemimpinan Engelbert lalai. Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pemain.
Engelbert kemudian berjanji memperbaiki berbagai persoalan, tetapi kritik terhadap cara liga menangani keselamatan pemain, pelecehan daring dan masalah perwasitan terus muncul.
Menurut ESPN, Engelbert juga dinilai terlalu reaktif dalam menghadapi sejumlah persoalan.
Salah satu contohnya terjadi pada 2024 ketika ia tidak langsung mengecam perilaku rasis dan penuh kebencian yang muncul dalam rivalitas Caitlin Clark dan Angel Reese.
Engelbert kemudian mengakui bahwa respons awalnya tidak tepat.
Salah satu keberhasilan penting lainnya adalah keberlangsungan musim 2020 di tengah pandemi COVID-19.
Seluruh pertandingan digelar dalam sistem gelembung di Florida dan membantu meningkatkan perhatian publik terhadap WNBA.
Penggantinya akan menghadapi tugas besar untuk memperbaiki hubungan dengan pemain sekaligus mengelola liga yang jauh lebih kompleks.
Kandidat yang disebut antara lain kepala operasional liga Bethany Donaphin, mantan pemain Swin Cash, serta Nneka Ogwumike yang saat ini masih menjabat sebagai presiden asosiasi pemain.
Komisioner baru juga dituntut menjadi diplomat yang mampu menyeimbangkan kepentingan pemain, pemilik tim, penggemar, sponsor, media, dan NBA.
Tantangan lainnya mencakup ekspansi, pertumbuhan global, hubungan dengan liga Unrivaled, penggunaan media sosial, serta pengembangan bola basket putri di tingkat akar rumput.
Meski demikian, WNBA dinilai berada dalam kondisi yang jauh lebih kuat dibandingkan ketika Cathy Engelbert mulai menjabat.
Pertumbuhan liga, peningkatan nilai pemain dan waralaba, serta bertambahnya jumlah tim memberikan fondasi kuat bagi pemimpin berikutnya untuk melanjutkan ekspansi tersebut.
Artikel Tag: wnba, cathy engelbert, caitlin clark
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/pensiunnya-cathy-engelbert-sebagai-komisaris-buka-tantangan-baru-bagi-wnba
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini