Pemegang Rekor Dunia Sabastian Sawe Mundur dari Berlin Marathon

Sabastian Sawe sebelumnya menargetkan pencapaian istimewa di Berlin pada September, setelah menjadi juara pada edisi tahun lalu. (Foto: AP)
Pemegang rekor dunia maraton, Sabastian Sawe, dipastikan mundur dari Berlin Marathon akibat cedera.
Pelari Kenya itu seharusnya menjadikan lomba tersebut sebagai ajang kembali berkompetisi setelah mencatat sejarah dengan menembus batas waktu dua jam.
Sawe mengumumkan keputusan tersebut pada Kamis (27/8). Ia sebelumnya menargetkan pencapaian istimewa di Berlin pada September, setelah menjadi juara pada edisi tahun lalu.
"Saya dengan berat hati harus menyampaikan bahwa saya terpaksa mundur dari BMW Berlin Marathon karena cedera," kata Sawe dalam pernyataan yang dirilis panitia lomba.
Namun, pihak penyelenggara tidak menjelaskan jenis cedera yang dialami pelari berusia 31 tahun tersebut.
Sawe mengaku telah menantikan kesempatan untuk kembali berlomba di jalanan Berlin dan mencapai garis finis di depan Brandenburg Gate.
Berlin Marathon dikenal sebagai salah satu lintasan maraton tercepat di dunia dan telah menjadi lokasi berbagai pencapaian rekor.
"Saya sudah menantikan untuk mencapai sesuatu yang istimewa di jalanan Berlin dan melewati garis finis di Brandenburg Gate," ujar Sawe.
"Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang terus mendukung saya dan mendoakan seluruh pelari yang berpartisipasi agar menjalani lomba yang hebat," lanjutnya.
Sabastian Sawe mencatat sejarah pada April ketika memenangkan London Marathon dengan waktu 1 jam 59 menit 30 detik.
Catatan tersebut menjadikannya pelari pertama yang secara resmi menembus batas dua jam dalam perlombaan maraton.
Pencapaian itu dianggap sebagai tonggak besar dalam sejarah lari jarak jauh karena batas dua jam sebelumnya dinilai hampir mustahil dicapai dalam perlombaan resmi.
Setelah kemenangan tersebut, Sawe juga mengungkapkan bahwa dirinya menjalani program pengujian doping yang ketat.
Ia mengatakan hal itu dilakukan untuk membuktikan bahwa atlet Kenya tetap bisa berlari cepat tanpa menggunakan zat terlarang, menyusul sejumlah kasus doping yang melibatkan pelari papan atas dari negara tersebut.
Sementara itu, Berlin Marathon 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27 September. Persaingan kategori putri akan menghadirkan Tigst Assefa dari Ethiopia, yang pernah memecahkan rekor dunia di Berlin pada 2023.
Rekor dunia maraton putri saat ini tercatat 2 jam 9 menit 56 detik dan dimiliki Ruth Chepng'etich dari Kenya. Namun, Chepng'etich sedang menjalani hukuman larangan bertanding akibat kasus doping.
Absennya Sabastian Sawe membuat perhatian pada kategori putra Berlin Marathon tahun ini kembali terbuka bagi para pesaing lain untuk memperebutkan gelar di salah satu lintasan maraton tercepat dunia.
Artikel Tag: maraton
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/pemegang-rekor-dunia-sabastian-sawe-mundur-dari-berlin-marathon
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini