New York Knicks Terpuruk Usai Dilibas Pistons, Saatnya Bangkit dan Berbenah

New York Knicks menelan kekalahan keempat beruntun yang memaksa mereka mencari jawaban atas performa yang kian mengkhawatirkan. (Foto: AP)
New York Knicks datang ke Detroit dengan ekspektasi tinggi untuk sebuah duel elite Wilayah Timur. Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Mereka pulang dengan kepala tertunduk setelah dipermalukan Detroit Pistons 121-90 pada Senin (5/1) malam di Little Caesars Arena, kekalahan keempat beruntun yang memaksa Knicks mencari jawaban atas performa yang kian mengkhawatirkan.
Pistons, pemimpin klasemen Wilayah Timur, tampil dominan dalam laga ulangan seri putaran pertama playoff musim lalu yang sempat berlangsung sengit.
Kali ini, pertandingan nyaris tanpa perlawanan. Seusai laga, nada bicara kubu Knicks mencerminkan situasi genting yang sedang mereka hadapi.
“Ada banyak hal yang harus dibenahi,” ujar Jalen Brunson singkat.
Guard andalan Knicks itu enggan merinci lebih jauh, namun mengakui ada diskusi internal antar pemain sebelum menghadapi media.
“Kami harus merespons. Kalau ingin menjadi tim seperti yang kami katakan, kami harus jauh lebih baik. Sesederhana itu.”
Brunson memang menjadi pencetak angka terbanyak Knicks dengan 25 poin, tetapi penampilannya jauh dari ideal. Ia mencatat nol assist dan enam turnover, angka yang juga dibukukan Karl-Anthony Towns.
Secara keseluruhan, New York Knicks melakukan 20 turnover—angka yang tak bisa ditoleransi untuk tim papan atas.
Towns, yang hanya bermain 23 menit dan mencatat plus-minus minus-27, mengakui dirinya harus melakukan penyesuaian besar dengan staf pelatih baru.
“Seperti kata Coach Mike, saya adalah pengorbanan terbesar,” ujarnya. “Wajar mengalami fase buruk dalam satu musim, tapi ini waktu yang sangat, sangat buruk untuk tampil seperti ini.”
Kekalahan ini menandai rekor terburuk New York Knicks musim ini dengan empat kekalahan beruntun—sesuatu yang tidak mereka alami sepanjang musim lalu.
Meski rekor 23-13 mereka hanya terpaut satu pertandingan dari catatan musim lalu, dampaknya signifikan: Boston Celtics kini menyalip mereka di posisi kedua Wilayah Timur.
Masalah utama Knicks terlihat jelas di sisi pertahanan. Absennya Josh Hart membuat struktur defensif goyah.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, Knicks kebobolan angka besar, termasuk 130 poin dari Philadelphia 76ers dan 134 poin dari San Antonio Spurs.
“Ini sederhana,” kata pelatih Mike Brown blak-blakan. “Mereka secara fisik menghabisi kami.”
Brown menolak menjadikan jadwal padat sebagai alasan, meski ini adalah laga ketiga Knicks dalam empat malam.
Ia menegaskan bahwa semua opsi defensif kini terbuka dan staf pelatih harus menemukan solusi cepat.
Ironisnya, tekanan semakin besar setelah pemilik tim James Dolan menyatakan harapannya agar Knicks menembus Final NBA.
Namun di Detroit, New York Knicks tampil jauh dari gambaran kandidat juara.
Pistons mendominasi rebound 44-30 dan menembak di atas 50 persen dari lapangan maupun garis tembakan tiga angka.
Cade Cunningham tampil luar biasa dengan 29 poin, 13 assist, dan mendapat sorakan “MVP” dari publik tuan rumah.
“Kami harus bersatu,” kata Miles McBride. “Entah itu soal usaha atau skema, kami harus berada di halaman yang sama. Pada akhirnya, kami harus bersandar pada para pemimpin tim.”
Bagi New York Knicks, pesan malam ini jelas: tanpa respons cepat dan perubahan nyata, ambisi besar hanya akan menjadi wacana.
Artikel Tag: New York Knicks
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/new-york-knicks-terpuruk-usai-dilibas-pistons-saatnya-bangkit-dan-berbenah






Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini