Feature Basket: Mengenang Jerry Krause, Arsitek Dinasti Bulls Era 90-an

Penulis: Hanif Rusli
Jumat 24 Mar 2017, 22:06 WIB
Feature Basket: Mengenang Jerry Krause, Arsitek Dinasti Bulls Era 90-an

Jerry Krause, salah satu GM terbaik sepanjang sejarah NBA

Ligaolahraga – Feature Basket: “Apakah saya akan masuk Hall of Fame?” Itulah yang Jerry Krause kerap tanyakan sejak menjadi bakal calon anggota Naismith Memorial Basketball Hall of Fame tahun ini. Pada usia 77 tahun, tubuhnya makin rontok akibat penyakit tulang yang diderita. Krause tahu waktunya tak lama lagi.

Krause selalu membayangkan malam penobatan Hall of Fame di Springfield, Massachusetts. Ingin menjadi “perwakilan” pencari bakat di sana. Sayangnya, kabar yang dinantinya urung tersampaikan karena dia keburu menghembuskan nafas pada Selasa (21/3) lalu.

Padahal, kurang dari sepekan lagi, Krause mungkin akan menerima kabar dirinya terpilih sebagai salah satu finalis Hall of Fame 2017 – berkat kontribusinya dalam basket – saat pengumuman resmi jelang partai penentuan Final Four NCAA pada 3 April mendatang.

Warga asli Chicago, Krause menghabiskan 18 musim sebagai General Manager Chicago Bulls dan membawa klub itu ke masa dinasti keemasan 90-an dengan enam titel juara NBA bersama Michael Jordan dan Scottie Pippen. Dalam periode itu, dia dua kali menerima penghargaan NBA Executive of the Year.

 

https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/b2/f8/2b/b2f82bc30e98c12fec58b85533fbacea.jpg

Bersama Jordan saat resmi dikontrak Bulls pada 1984

 

Berkat “insting bakat” Krause, tak hanya merekrut pemain tapi juga pelatih, Bulls menjadi salah satu tim paling sukses dalam sejarah NBA dan salah satu klub NBA paling terkenal di dunia. “Dia benar-benar menjadi arsitek semua tim hebat kami di era 90-an,” kata Presiden Bulls, Jerry Reinsdorf.

Dengan Jordan dan Pippen memimpin di lapangan dan Phil Jackson mengarahkan dari pinggir, Bulls mendominasi NBA dalam cara yang tak semua tim bisa lakukan. Krause, yang menjabat sebagai general manager pada 1985, bertanggung jawab memilihkan pemain-pemain di sekeliling Jordan yang menghasilkan tiga three-peat pada era 1990-an.

“Jerry merupakan figur kunci dalam dinasti Chicago Bulls di era 90-an dan sangat berarti bagi Bulls, (klub bisbol) White Sox dan seluruh kota Chicago,” kata Jordan, pemilik klub Charlotte Hornets, melalui jubirnya. “Saya turut berdukacita kepada sang istri Thelma, keluarga dan teman-temannya.”

 

http://a.espncdn.com/combiner/i?img=%2Fphoto%2F2014%2F0508%2Fnba_a_jackson%2Dkrause_mb_1296x729.jpg

Bersama Phil Jackson yang dibawanya dari CBA menjadi salah satu pelatih tersukses di NBA

 

Krause merekrut Jackson dari kompetisi Continental Basketball Association untuk menjadi asisten Doug Collins. Dia lalu memecat Cllins untuk mengangkat Jackson sebagai pelatih kepala setelah Bulls mencapai final Timur pada 1989. Itu bukanlah hal yang populer dilakukan kala itu. Tapi ternyata berbuah dengan sangat manis.

Begitu pula pertukaran pada hari draft 1987 yang membawa Pippen ke Chicago. Lebih dari itu, Krause mendraft Horace Grant di peringkat ke-10 draft tahun itu, yang menambah dua sosok penting dalam membangun tim juara.

Pilihan dari draft seperti Toni Kukoc, Stacey King dan B.J. Armstrong juga berperan besar dalam tim-tim itu. Krause juga mengontrak kontributor-kontributor penting seperti Steve Kerr, Bill Wennington dan Ron Harper. Dia pun berhasil membawa Dennis Rodman, pakar rebound nan flamboyant, melalui pertukaran pemain.

 

https://usatftw.files.wordpress.com/2017/03/xxx_nba_finals_-_bulls_vs_jazz_game_6_778199.jpg?w=1000&h=1209

Bersama Jerry Reinsdorf, pemilik Bulls, merayakan salah satu trofi juara

 

Krause juga berjasa membawa asisten-asisten pelatih seperti arsitek ‘triangle offense’ Tex Winter dan pakar pertahanan Doberman, John Bach. “Dia punya mata yang sangat bagus dalam mencari bakat, dan dia membangun sebuah tim yang tak tertandingi,” kata Paxson. “Dia salah satu yang terbaik di NBA.”

Bermain sebagi pebisbol di SMU Taft di barat laut Chicago, Krause meluangkan lebih dari lima dekade di olahraga professional sebagai eksekutif dan pencari bakat.

Sebagai pencari bakat, dia yang mendraft para penghuni Hall of Fame seperti Earl Monroe dan Wes Unseld untuk klub Baltimore Bullets. Dia membantu memilihkan Jerry Sloan, Norm Van Lier, Clifford Ray, Michael Cooper dan Norm Nixon sebagai pencari bakat untuk Phoenix Suns, Los Angeles Lakers dan masa awal Bulls.

Dia juga bekerja untuk tim-tim bisbol seperti Cleveland Indians, Oakland Athletics, Seattle Mariners, White Sox, New York Yankees, New York Mets dan baru-baru ini Arizona Diamondbacks.

 

http://cdn-s3.si.com/s3fs-public/2017/03/21/jerry-krause-chicago-bulls-dead.jpg

Salah satu GM terbaik dalam sejarah di NBA dengan 6 gelar juara

 

Namun Krause paling diingat semasa menjabat sebagai GM Bulls.

“Tak diragukan lagi dia salah satu GM terbaik sepanjang masa, seorang Hall of Famer,” kata Kerr tentang Krause, yang masih menunggu dinobatkan. “Hanya menjadi bagian dari tim-tim itu dan diberikan kesempatan menjadi bagian dari tim itu oleh Jerry, oleh Phil Jackson, saya merasa terberkati mendapatkan peluang itu.”

Meski demikian sukses, jalannya tidak selalu mulus. Jordan sering menyebutnya dengan “crumbs” karena tepung donat yang kerap menempel pada pakaiannya. Perseteruan dengan Krause membuat Jackson hengkang dan memecah dinasti setelah three-peat kedua pada 1998.

Citra Krause juga semakin tercoreng setelah dia dikutip mengatakan, “Pemain dan pelatih tak memenangi gelar juara, klub yang memenangi gelar juara.” Dia hanya berusaha memberi kredit kepada para pencari bakat dan pegawai yang bekerja di belakang layar. Dan, yang sebenarnya dia ingin ucapkan: “Tak hanya pemain dan pelatih yang memenangi gelar juara, klub juga.”

 

Artikel Tag: jerry krause, michael jordan, scottie pippen, phil jackson, Chicago Bulls, NBA, basket

2436  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini