Cheryl Reeve Akui Minnesota Lynx Belum Punya Komposisi Tepat untuk Playoff

Pelatih Cheryl Reeve Minnesota Lynx berkata timnya membutuhkan matchup yang lebih sesuai untuk memainkan kekuatan yang ditunjukkan sepanjang musim. (Foto: AP)
Pelatih sekaligus Presiden Operasional Bola Basket Minnesota Lynx, Cheryl Reeve, mengakui timnya belum memiliki komposisi yang tepat untuk bersaing efektif di playoff setelah kembali gagal melaju ke final WNBA.
Lynx, yang menjadi unggulan pertama setelah mencatat rekor terbaik musim reguler, tersingkir pada putaran pertama setelah disapu New York Liberty 0-2.
Pada Game 2, Selasa malam waktu setempat, Minnesota kalah 71-87.
Hasil tersebut membuat Lynx menjadi unggulan pertama pertama dalam sejarah playoff WNBA yang tersapu pada seri pembuka.
Minnesota juga untuk pertama kalinya dalam sejarah klub menelan dua kekalahan playoff beruntun dengan selisih sedikitnya 15 poin.
“Kami menjadi tim yang sangat bagus di musim reguler tahun ini dan kami bertemu tim yang salah,” kata Reeve.
Minnesota sempat tampil dominan dengan rekor 31-7 pada akhir Agustus.
Olivia Miles yang terpilih secara mutlak sebagai Rookie of the Year serta Reeve yang meraih penghargaan Coach of the Year untuk kelima kalinya menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut.
Namun, performa itu tidak berlanjut ke playoff. Reeve menilai Minnesota membutuhkan matchup yang lebih sesuai untuk memainkan kekuatan yang ditunjukkan sepanjang musim.
“Saya rasa playoff akan sulit bagi tim kami, siapa pun lawan pada putaran pertama. Kami mungkin membutuhkan matchup yang lebih baik untuk melakukan beberapa hal yang kami lakukan sepanjang musim, tetapi memang begitulah playoff,” ujar Reeve.
Kegagalan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Lynx untuk mencapai final WNBA meski berstatus tim dengan performa terbaik pada musim reguler.
Pada 2024, Minnesota Lynx bahkan kalah dari Liberty pada Game 5 penentuan gelar setelah pertandingan yang diwarnai keputusan kontroversial.
Reeve mengatakan dirinya bertanggung jawab untuk memperbaiki komposisi tim.
Menurut dia, Lynx dalam beberapa tahun terakhir mampu melampaui ekspektasi pada musim reguler, tetapi belum memiliki kelompok pemain yang cukup efektif ketika memasuki playoff.
“Saya tahu kami masih punya pekerjaan. Saya harus membantu mereka dan mendapatkan bantuan yang tepat, membuat keputusan sulit untuk melakukannya,” kata Reeve.
Napheesa Collier juga mengakui belum mengetahui penyebab kesulitan Lynx mengubah keberhasilan musim reguler menjadi gelar juara.
Sementara itu, Miles menilai ukuran tubuh pemain Liberty menjadi salah satu faktor yang menyulitkan Minnesota Lynx.
Liberty memiliki Breanna Stewart, Jonquel Jones dan Sabrina Ionescu sebagai tiga pemain utama.
Ketiganya terlibat langsung dalam 70 poin New York pada Game 2, sementara seluruh pemain Lynx mengumpulkan 71 poin.
Reeve menilai perbedaan tersebut menggambarkan masalah Minnesota. “Big three mereka sangat bagus, sementara kami kesulitan memiliki big three. Itu bukan situasi yang bagus,” katanya.
Minnesota kini menghadapi offseason dengan Collier akan memasuki free agency, sementara Courtney Williams, Kayla McBride dan Natasha Howard masih terikat kontrak hingga 2027. Miles masih menjalani kontrak rookie.
Artikel Tag: minnesota lynx, cheryl reeve, napheesa collier
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/cheryl-reeve-akui-minnesota-lynx-belum-punya-komposisi-tepat-untuk-playoff
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini