Angel Reese Ungkap Rahasia di Balik Dominasi Rebound di WNBA

Musim ini, Angel Reese memimpin WNBA dengan 384 rebound dan rata-rata 12,0 rebound per pertandingan. (Foto: AP)
Angel Reese terus menunjukkan dominasinya dalam urusan rebound di WNBA.
Forward Atlanta Dream tersebut mengumpulkan rebound dengan kecepatan historis dan menjadikan kemampuan membaca arah bola sebagai salah satu senjata terbesar dalam permainannya.
Reese telah mencatat 1.000 rebound dalam 79 pertandingan WNBA, 10 laga lebih cepat dibandingkan Tina Charles, pemegang rekor rebound sepanjang masa liga dengan 4.262.
Musim ini, Angel Reese memimpin WNBA dengan 384 rebound dan rata-rata 12,0 rebound per pertandingan.
Jika mampu mempertahankan produktivitas tersebut dalam 11 pertandingan tersisa, Reese berpeluang memecahkan rekor rebound dalam satu musim sekaligus menjadi pemain pertama dalam sejarah WNBA yang mengumpulkan lebih dari 500 rebound dalam satu musim.
Kehebatannya tidak hanya berasal dari postur. Reese memiliki tinggi sekitar 193 sentimeter dengan rentang tangan 196 sentimeter.
Namun, beberapa pelatih dan rekan setim menilai kekuatan utama Reese justru terletak pada kombinasi kecepatan, kekuatan, tenaga, dan kemampuan membaca permainan.
Pelatih Dream, Karl Smesko, mengatakan jangkauan rebound Reese sangat luas.
Menurutnya, sebagian pemain mampu menguasai bola yang memantul dalam radius sekitar dua kaki dari posisi mereka, sementara Reese dapat menjangkau bola hingga delapan atau 10 kaki.
Kemampuan tersebut juga dipengaruhi lingkungan keluarganya.
Ibu Reese, Angel Webb Reese, merupakan mantan pemain basket University of Maryland, Baltimore County, yang pernah mencatat rata-rata 13,2 rebound per pertandingan.
Adiknya, Julian Reese, juga dikenal sebagai rebounder tangguh.
Reese mengakui persaingan dengan sang adik sejak kecil turut membentuk mentalnya. Menurutnya, perlakuan keras Julian membuatnya menjadi pemain yang lebih tangguh.
Selain fisik dan mental, Reese memiliki kemampuan membaca arah pantulan bola secara cepat.
Ia memperhatikan kebiasaan rekan setim, jenis tembakan, kecepatan putaran bola, hingga kemungkinan arah pantulan ketika tembakan gagal.
Ia bahkan mengetahui kecenderungan Allisha Gray, penembak kidal Atlanta. Reese memahami bahwa ketika Gray gagal mencetak angka, bola kemungkinan memantul ke sisi tertentu dan ia bersiap berada di sana sebelum tembakan dilepaskan.
Kemampuan itu menghasilkan apa yang kini dikenal sebagai “mebound”, istilah untuk rebound yang berasal dari tembakan gagal Reese sendiri.
Ia telah mencatat 49 mebound musim ini, 25 lebih banyak daripada pemain berikutnya.
Angel Reese juga memimpin WNBA dalam poin second chance dengan 148 angka. Sebanyak 30 persen dari total 499 poinnya musim ini berasal dari peluang kedua.
Meski kerap dikritik karena akurasi tembakannya, Reese justru menjadikan rebound sebagai aspek permainan yang sepenuhnya bisa ia kendalikan.
Baginya, kemampuan tersebut membutuhkan keinginan dan konsistensi setiap hari.
“Kalau saya ingin menjadi salah satu rebounder terbaik sepanjang masa, saya harus melakukannya secara konsisten setiap hari,” ujar Reese.
Artikel Tag: wnba, angel reese, atlanta dream
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/angel-reese-ungkap-rahasia-di-balik-dominasi-rebound-di-wnba

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini