banner babe

PV Sindhu, Generasi Emas Bulu Tangkis India

Penulis: Yusuf Efendi
Senin 09 Sep 2019, 05:00 WIB
PV Sindhu, Generasi Emas Bulu Tangkis India

PV Sindhu/[Foto:Times of India]

Berita Badminton : Mengingat fakta bahwa Sindhu baru berusia 24 tahun dan belum mencapai puncaknya, para pecinta bulu tangkis India tentunya dapat berharap sang pemain akan memberikan lebih banyak kemenangan di tahun-tahun mendatang.

Apakah Anda menonton Sindhu bermain hari ini? Ini adalah satu pertanyaan yang diajukan oleh sebagian besar dari mereka yang melihat PV Sindhu mengandaskan juara dunia 2017, Nozomi Okuhara dalam perjalanan menuju gelar Kejuaraan Dunia pertamanya di Basel, yang merupakan tempat kelahiran bintang tenis Swiss, Roger Federer.

Jelas, jauh sebelum poin terakhir, Sindhu tampak sebagai pemenang yang tak mampu dibendung. Memang, pemain andalan India itu menghasilkan kinerja yang sangat impresif yang membuat musuh bebuyutannya asal Jepang itu semakin frustasi.

Begitu Sindhu menyegel gelar hanya dalam tempo 38 menit, menjadikannya final terpendek untuk penentuan gelar juara dunia tunggal putri, para penggemar terpesona, bertanya-tanya seberapa bagus sang juara memainkan pertandingan besar.

Secara kebetulan, tiga gelar terakhir yang diraih Sindhu adalah saat mengalahkan Okuhara. Apakah itu Korea Open 2017, BWF World Tour Finals 2018 serta kejuaraan Dunia 2019, Sindhu berhasil melewati pemain andalan Jepang itu di final.

Tahun ini, yang benar-benar menarik perhatian mayoritas para penggemar adalah agresi Sindhu dan kehadirannya yang kuat di lapangan.

Di sini, penting untuk diingat bahwa Sindhu pergi ke final dalam upaya untuk mengubah sejarah yang menyebabkan beberapa penggemar menyebutnya sebagai "Miss Bronze". Sindhu hanya meraih medali perak di Olimpiade Rio 2016, Kejuaraan dunia 2017 dan 2018, Asian Games 2018 serta Commonwealth Games 2018.

Setiap kali Sindhu pergi ke turnamen dengan cukup istirahat dan dipersiapkan dengan baik, itu tercermin dalam bahasa tubuhnya juga. Seperti di Basel, kesiapan fisiknya untuk akhir Kejuaraan Dunia memberinya keunggulan. Bahkan setelah kemenangan tiga game yang menguras mental maupun energi atas Tai Tzu Ying, Sindhu berhasil memenangkan empat pertandingan singkat melawan dua dari lima pemain top dunia.

Disana, Sindhu mengandaskan juara All England Open 2019, Chen Yufei 21-7 dan 21-14 di semifinal dan menghancurkan Okuhara 21-7 dan 21-7 untuk gelar Kejuaraan Dunia dan membalas kekalahan yang dideritanya pada final mendebarkan tahun 2017 lalu.

Beberapa menit setelah kemenangannya, Sindhu mengakui bahwa pelatih asal Korea Selatan, Kim Ji Hyun, yang merupakan juara dunia junior 1989 dan juara Asian Games 1994 adalah pelatih yang membantunya mendominasi Kejuaraan Dunia 2019 kali ini.

“Saya benar-benar fokus kali ini dan tentu saja sekarang saya memiliki pelatih baru, Nona Kim. Saya telah berlatih di bawahnya selama beberapa bulan terakhir dan banyak mengalami peningkatan di bawahnya. Saya sangat berterima kasih padanya,” ungkap Sindhu kala itu.

Setelah berhasil dari Basel, Sindhu akan kembali tampil di turnamen bergengsi lainnya, China Open 2019 World Tour Super 1000 pada 17 hingga 22 September mendatang.

Mungkinkah Sindhu akan kembali mendominasi? Kita tunggu saja.

Artikel Tag: PV Sindhu, nozomi okuhara, Kim Ji Hyun, bai

688  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini