Loh Kean Yew Yakin Bawa Pulang Medali Untuk Singapura di Olimpiade Tokyo

Penulis: Yusuf Efendi
Kamis 03 Jun 2021, 15:00 WIB
Loh Kean Yew Yakin Bawa Pulang Medali Untuk Singapura di Olimpiade Tokyo

Loh Kean Yew/[Foto:AFP]

Berita Badminton : Olimpiade Tokyo bulan depan hanya akan menjadi penampilan perdananya, tetapi Loh Kean Yew dari Singapura yang tidak takut untuk bermimpi besar.

Pebulutangkis kelahiran Penang berusia 23 tahun ini telah menetapkan pandangannya untuk menjadi atlet pertama Singapura yang memenangkan medali bulu tangkis sejak olahraga tersebut pertama kali dipertandingkan pada tahun 1992.

Prestasi terbaik Singapura dalam bulu tangkis di Olimpiade adalah saat Ronald Susilo mencapai babak delapan besar di Athena 2004. Tapi peringkat 42 dunia, Loh Kean Yew bertujuan untuk melampaui prestasi itu meskipun mengetahui kemungkinan besar melawannya.

“Meskipun saya bukan favorit di Olimpiade ini, tujuan saya adalah (masih) memenangkan medali,” kata Kean Yew dalam sebuah wawancara dengan surat kabar berbahasa Mandarin terbesar di Singapura, Lianhe Zaobao.

“Bagaimanapun, tidak ada seorang pun di Singapura yang pernah memenangkan medali Olimpiade untuk bulu tangkis.”

Namun, Kean Yew tidak berangan-angan bahwa ia mungkin harus menunggu lebih lama untuk mengejar impiannya di Olimpiade, jika Olimpiade Tokyo dibatalkan lagi.

Berulang kali seruan agar Tokyo 2020 yang sempat tertunda selama satu tahun, dibatalkan karena pandemi Covid-19 masih berkecamuk di seluruh dunia termasuk di Jepang sendiri.

“Bahkan, sampai sekarang pun kami masih khawatir apakah Olimpiade akan digelar,” ujarnya.

“Saya mencoba yang terbaik untuk berlatih dengan pola pikir untuk bersiap menghadapi kompetisi, seperti yang saya persiapkan baru-baru ini untuk Malaysia dan Singapura Terbuka, tetapi pada akhirnya keduanya dibatalkan. Semua ketidakpastian memang cukup mengkhawatirkan," Ia menambahkan.

Harapan tinggi pada Loh Kean Yew untuk kembali ke rumah dengan hasil yang terpuji dari Olimpiade Tokyo setelah menikmati perjalanan yang luar biasa sebelum pandemi.

Pada tahun 2019, Kean Yew membuat kepala menoleh ketika ia mengandaskan juara Olimpiade dua kali Lin Dan untuk mengantongi gelar World Tour perdananya di Thailand Masters. Kean Yew akan melaju untuk mencapai tiga final lagi yakni Hyderabad Open, Russian Open dan di SEA Games Filipina di mana ia kalah dari rival masa kecilnya Lee Zii Jia.

Pada bulan Februari tahun lalu, ia mengejutkan pemain peringkat 4 dunia, Chou Tien Chen dari Taiwan selama Kejuaraan Beregu Asia.

Sebulan kemudian di Spain Masters, dia membuat pemain Denmark peringkat 2 dunia, Victor Axelsen harus bersusah payah sebelum akhirnya kalah 21-13,14-21 dan 15-21 yang akhirnya membuat Axelsen menjadi juara.

Loh Kean Yew sebelumnya menjadi trainee di Penang Badminton Association (PBA) hingga ia berusia 12 tahun. Prestasi terbaiknya di kancah junior adalah memenangkan Final Grand Prix Junior Nasional 2009, mengalahkan Lee Zii Jia di final U-12.

Pada tahun 2010, ia ditawari tempat di Sekolah Olahraga Bukit Jalil (BJSS) tetapi memilih untuk menerima tawaran beasiswa oleh Dewan Olahraga Sekolah Singapura untuk belajar dan bermain bulu tangkis di sana. Saudaranya Kean Yean juga pindah ke Singapura.

Loh Kean Yew saat ini berada di tangan yang tepat di bawah pelatih terkenal Indonesia Mulyo Handoyo, yang berperan penting dalam membimbing Taufik Hidayat meraih emas tunggal putra di Olimpiade Athena 2004.

Artikel Tag: Loh Kean Yew, Olimpiade Tokyo 2021, Mulyo Handoyo

762  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini