Lee Zii Jia Yakin Format Penilaian Pendek Untungkan Pemain Type Penyerang

Penulis: Yusuf Efendi
Selasa 06 Apr 2021, 14:00 WIB
Lee Zii Jia Yakin Format Penilaian Yang Lebih Pendek Untungkan Pemain Type Penyerang

Lee Zii Jia/[Foto:NST]

Berita Badminton : Juara tunggal putra All England 2021, Lee Zii Jia mengatakan bahwa untuk format skor yang lebih pendek tapi eksplosif yang diusulkan akan menguntungkan para pemain.

Dipersenjatai dengan kecakapan menyerang yang hebat, Lee Zii Jia yang berusia 23 tahun percaya dia adalah salah satu pemain yang dapat menguasai sistem permainan 11 poin dan 5 game pertandingan.

Federasi Badminton Dunia (BWF) mengusulkan untuk mengganti 21x3 yang ada dengan format 11x5 baru setelah Olimpiade Tokyo. Meski mengakui bahwa hal itu akan menguntungkannya, Lee Zii Jia tak mau terlalu bersemangat.

"Saya tidak akan mengatakan bahwa saya akan sangat senang tentang itu karena perubahan akan berarti bahwa pelatihan dan strategi permainan juga harus diubah," kata Zii Jia.

“Butuh beberapa saat untuk beradaptasi karena kami telah memainkan 21 poin selama ini.”

Lee Zii Jia merasa bahwa versi yang lebih pendek akan mendukung pemain menyerang.

“Formatnya akan sesuai dengan permainan saya karena menyerang adalah keahlian saya,” kata Zii Jia.

“Selebihnya, saya tidak bisa mengatakan untuk saat ini siapa yang paling diuntungkan. Tapi saya yakin sebagian besar pemain top akan beradaptasi dengan perubahan di beberapa titik. Kami semua cukup berpengalaman untuk menerima perubahan apa pun yang mungkin datang. Ini hanya masalah membiasakan diri," Ia menambahkan.

Badan dunia itu mengumumkan pekan lalu bahwa anggotanya akan memberikan suara selama rapat umum tahunan virtual pada 22 Mei untuk memutuskan format untuk pertama kalinya dalam lebih dari 15 tahun.

Format 21x3 saat ini telah digunakan sejak 2006. Ini menggantikan sistem yang lama 15x3.

Presiden BWF, Poul Erik Hoyer telah menjadi penggemar versi pendek, percaya bahwa itu akan membuat permainan lebih menarik bagi penggemar dan ramah bagi televisi.

Mereka telah bereksperimen dengannya di turnamen tingkat rendah pada tahun 2014 tetapi proposal mereka ditolak pada pertemuan tahunan di Bangkok pada tahun 2018 karena mereka tidak mendapatkan mayoritas dua pertiga, atau 168 suara, yang diperlukan untuk melakukan perubahan.

Sebanyak 129 suara untuk perubahan sementara 123 suara yang sebagian besar negara Asia, menentangnya.

Namun semua itu akan berubah karena usulan terbaru datang dari Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan Persatuan Bulu Tangkis Maladewa, yang menunjukkan pergeseran dukungan antar negara Asia.

Artikel Tag: BWF, Indonesia, Lee Zii Jia, Format Penilaian

6468  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini