Lee Chong Wei Bela Kenneth Jonassen Yang Gagal Berkontribusi di Tunggal Putra

Kenneth Jonassen-Lee Chong Wei/[Foto:NST]
Ketua komite kinerja Asosiasi Petenis Malaysia (BAM), Datuk Seri Lee Chong Wei, membela Kenneth Jonassen, dan menegaskan bahwa pelatih Denmark itu membutuhkan waktu untuk membangun kembali departemen tunggal putra.
Direktur pelatihan tunggal putra nasional berada di bawah tekanan berat menyusul penampilan buruk pemain peringkat 25 dunia Leong Jun Hao dan peringkat 44 Justin Hoh di Piala Thomas baru-baru ini di Horsens, di mana Malaysia kalah 3-0 dari juara akhirnya, China, di perempat final.
Leong Jun Hao kalah dalam ketiga pertandingannya, sementara Justin hanya berhasil meraih satu kemenangan dari empat pertandingan, sehingga Jonassen memikul tanggung jawab penuh atas kemunduran tim tersebut.
Lee Chong Wei mengatakan bahwa situasi ini tidak hanya terjadi di Malaysia, dan mencatat bahwa beberapa negara bulu tangkis papan atas juga kesulitan menghasilkan pemain tunggal putra kelas dunia.
"Saya rasa masalah nomor tunggal ini bukan hanya terjadi di Malaysia. Korea Selatan juga sama, mereka lebih kuat di nomor ganda. Bahkan China, setelah Lin Dan, masih mencari penerus yang benar-benar konsisten," kata Chong Wei.
"Jepang, setelah Kento Momota, tidak konsisten, dan Indonesia pun sama. Ini adalah masalah global."
Mantan pemain nomor 1 dunia itu menekankan bahwa meskipun hal ini tidak boleh dijadikan alasan, hal itu harus dilihat dalam konteks yang lebih luas. Ia juga menolak seruan untuk perubahan drastis, termasuk mengganti pelatih dalam waktu singkat.
"Kita harus memberi Jonassen waktu. Dia baru bersama kami selama lebih dari setahun. Sebelum dia datang, bukan berarti kami sudah memiliki pemain top-10," katanya.
"Manusia bukanlah Tuhan. Anda tidak bisa begitu saja datang dan langsung menghasilkan juara dunia."
Lee Chong Wei menambahkan bahwa membangun pemain elite membutuhkan kesabaran dari semua pihak. Dia menyebut Jepang sebagai contoh, dan mencatat bahwa dibutuhkan hampir dua dekade untuk menghasilkan juara Olimpiade di nomor ganda putri.
"Proses ini membutuhkan waktu. Kita tidak bisa mengharapkan hasil langsung. Saya sudah berada di BAM selama 19 tahun, dan kita harus memberi waktu kepada para pelatih untuk memberikan hasil," katanya.
Pada saat yang sama, Chong Wei mengatakan Malaysia harus menerima partisipasi di Piala Thomas sebagai bagian dari pengembangan tim.
"Kami gagal dalam kampanye ini dan kami harus menerimanya. Semua orang ingin menjadi juara, tetapi ini adalah bagian dari proses," katanya.
Menanggapi kritik di media sosial, ia mendesak para pemain dan pelatih untuk tidak terlalu terpengaruh oleh komentar negatif.
"Saya menerima semua kritik, tetapi kita harus terus bekerja. Ini tentang kebanggaan nasional dan merupakan tanggung jawab saya untuk membantu bulu tangkis Malaysia," tambahnya.
Lee Chong Wei berharap semua pihak akan terus mendukung tim nasional menjelang turnamen mendatang, dan menambahkan bahwa proses pembangunan kembali saat ini akan membuahkan hasil dalam jangka panjang.
Artikel Tag: lee chong wei, leong jun hao, justin hoh, kenneth jonassen
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/lee-chong-wei-bela-kenneth-jonassen-yang-gagal-berkontribusi-di-tunggal-putra
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini